Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
fnc muslimah
“Saat paling dekat bagi hamba dengan Tuhan nya adalah ketika ia bersujud. Maka perbanyaklah doa ketika kalian bersujud.”

(HR. Muslim, Abu Dawud, An Nasa’i)

“Tahukah kalian kemanakah matahari itu pergi?”

Seperti halnya saya, saya yakin sebagian Sahabat tercenung dan termenung ketika mendengar pertanyaan ini. Pertanyaan inilah yang suatu kali diungkapkan Rasulullah pada para sahabatnya ketika matahari terbenam di suatu petang. Jawaban para sahabat kala itu, “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy,”

Rasulullah melanjutkan, “lalu dikatakan padanya: ‘Bangunlah, terbitlah dari arah barat’, maka dia pun terbit dari barat.”

Sampai pada penggal ini, Rasulullah kemudian bertanya pada para sahabat, “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi?”

Dan Rasulullah menjawab sendiri pertanyaan itu, “Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”(HR. Bukhari Muslim)

Sahabat,

Mengawali tulisan ini dengan hadits diatas, saya tidak bermaksud memasuki perdebatan panjang yang masih diperselisihkan antara teori ‘bumi mengelilingi matahari’ dengan teori ‘matahari mengelilingi bumi’. Saya merasa tidak memiliki kapasitas ilmu dalam hal itu. Yang ingin saya sampaikan lewat hadits itu adalah sebuah kebenaran yang disampaikan Rasulullah -yang sampai saat ini masih membuat saya tertakjub-takjub- yakni bersujudnya matahari di bawah ‘Arsy Allah. Ya, matahari bersujud pada Allah. Dari sinilah kita akan berbincang lebih jauh setelah ini…



“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? … “ (Al-Hajj 18 )



Sahabat,

Bersujud matahari dengan cara yang tak kita mengerti. Bersujud pula rembulan dengan cara yang tak mampu kita bayangkan. Dan bersujud seluruh semesta dengan keteraturan yang tak terkira. Tunduk dan patuh mereka pada Allah. Baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa. Bersujud pula bayang-bayang mereka di pagi dan petang hari…

“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari”. (Ar-Ra’d 15 )

Sahabat,

Jika matahari, bulan, dan bintang-bintang bersujud pada Allah, tunduk dan patuh pada Allah, pantaskah kita manusia yang begitu lemah ini menolak bersujud pada Allah? Jika kita tak lebih digdaya dari matahari, tak lebih perkasa dari bulan, dan tak lebih hebat dari bintang-bintang, dengan alasan apakah kita menolak bersujud pada Allah? Bukankah Allah Maha Besar lagi Maha Perkasa?

Lalu,

Adakah kita mengaku sebagai hamba Allah yang beriman, yang tak hendak sombong kepadaNya, sedangkan kita mengingkari perintah bersujud di masjid-masjid Allah itu? Adakah kita juga mengaku sebagai hamba berbakti, yang tak hendak sombong kepadaNya, sedangkan kita melalaikan perintah bersujud di rumah-rumah Allah itu?



Sahabat,

Sungguh, tidak ada yang menghalangi iblis memenuhi perintah Allah untuk sujud kepada Adam, kecuali kesombongan dalam dirinya. Ya, dosa kesombongan. Inilah dosa iblis yang membuatnya menerima murka Allah dan terusir dari surga…

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan” (QS. Shaad 75-78)

Walau hanya setitik, sungguh tidak ada tempat di surga bagi hamba-hamba Allah yang sombong… Astaghfirullah…

Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang dalam hatinya terdapat setitik kesombongan. (HR Muslim)

Sahabat,

Maka menjadilah kita bagian dari orang-orang yang memperbanyak sujud pada Allah. Mereka yang melewati waktu di dunia dengan memperbanyak sujud, maka tanda bekas sujud akan kita temukan di wajah mereka. Namun tanda bekas sujud itu, bukan dahi yang hitam atau kasar sebagaimana yang dipahami oleh kebanyakan orang selama ini.. Melainkan wajah yang teduh, tawadlu, dan bercahaya.. Pendapat inilah yang yang dapat kita telusuri dalam tafsir Ibnu Katsir..wallahu a’lam..

“.. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak di wajah mereka dari bekas sujud..” (Al Fath 29)

Sahabat,

Mereka yang ahli sujud, adalah mereka yang memiliki hati yang peka dan perasaan yang halus. Di setiap kali mendengar ayat-ayat Qur’an, mendengar nasehat, atau melihat segala hal yang mengingatkan pada akhirat, hal itu memberikan pengaruh yang begitu dahsyat pada diri mereka…

“..Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu`” (Al Isra’ 107-109)

Adegan dalam ayat ini, adalah adegan yang sungguh menyentuh perasaan, demikian Sayyid Quthb menguraikan dalam tafsirnya. Yakni adegan orang-orang yang diberi ilmu. Ketika mendengar Al Qur’an, mereka khusyuk dan menjatuhkan diri karena sujud. Mereka tidak mampu mengendalikan diri mereka. Mereka bukan ‘sekedar’ sujud, tetapi menjatuhkan diri ke kening untuk sujud. Lalu lidah mereka bereaksi mengucapkan apa yang berkecamuk di perasaan mereka, “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi..”. Kepekaan hati mereka begitu kuat, perasaan mereka begitu halus. Dan kata-kata tidak cukup merefleksikan apa yang bergejolak di hati mereka. Maka air mata pun mengucur deras, menggambarkan kepekaan dan halusnya perasaan mereka…

“.. Dan mereka menjatuhkan diri ke kening mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk..” (Al Isra’ 109)

Sahabat,

Bersujud matahari dengan cara yang tak kita mengerti. Bersujud pula rembulan dengan cara yang tak mampu kita bayangkan. Dan bersujud seluruh semesta dengan keteraturan yang tak terkira.. Masing-masing telah mengetahui cara sujudnya pada Allah. Maka semoga demikian pula dengan kita. Rebahkanlah kesombongan kita dan merendahlah. Letakkan dahi merapat ke bumi, bersujud memohon ampun dan meng-eja pinta kepadaNya. Semoga Dia berkenan Mendengar do’a kita, meski kadang kita lalai dari mendengar titahNya…

“Saat paling dekat bagi hamba dengan Tuhan nya adalah ketika ia bersujud. Maka perbanyaklah doa ketika kalian bersujud.” (HR. Muslim, Abu Dawud, An Nasa’i)

Dan sungguh, sujud-sujud kita di masjid-masjid Allah itu, di rumah-rumah Allah itu, adalah sebagai bentuk pengakuan kita, bahwa kita tak layak sombong pada Pemilik ‘Arsy, Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar…



fnc muslimah
Tanggal 1
Surat Al Fatihah (Pembukaan)
Menyukai hal baru, berbakat menjadi
pemimpin, seorang pioneer (pelopor),
idealis, cenderung ingin sempurna,
pandai memanfaatkan kesempatan,
egois, harus selalu jadi prioritas utama,
sering mengulangi kesalahan yang
sama, orang yang belum mengenalnya
akan mengira sebagai sosok yang
angkuh dan sulit ditaklukkan.


Tanggal 2
Al Baqarah (Sapi Betina)
Pekerja keras, taat akan hukum dan
aturan, memiliki jiwa sosial dan
kepedulian tinggi, menyukai hal-hal
yang bersifat rutinitas, jika dia mampu
ada cenderungan menjadi seorang
dermawan, kurang inisiatif, sering
dimanfaatkan orang lain serta
gampang percaya kepada orang lain.

Tanggal 3
Al Imran (Keluarga Imran)
Seorang pemimpin (walaupun dalam
kelompok kecil), berhati-hati dalam
bertindak, mengayomi, tegas, suka
suasana perdebatan dan agak cerewet,
jika wanita ia cenderung tomboy, ingin
menang sendiri, seorang pemimpi dan
sering berfantasi.

Tanggal 4
An Nisa (Wanita)
Sensitif dan perasa, feminim, protektif
terhadap keluarga, kreatif, kompak tapi
mudah dipengaruhi, agak jahil (iseng),
dan penggoda.

Tanggal 5
Al Maidah (Hidangan)
Diperlukan banyak orang, menyukai
perubahan, memiliki insting yang
lumayan, cepat bosan, ingin dilayani,
susah diatur.

Tanggal 6
Al Anaam (Binatang Ternak)
Punya insting tajam, kurang mandiri,
terkadang seenaknya sendiri,
emosional, pemalu dan kurang
percaya diri, dan cepat berubah
pikiran.

Tanggal 7
Al A’Raaf (Tempat Tertinggi)
Cermat dan teliti, mudah mengambil
hati orang lain, penuh inspirasi, terlihat
sombong, suka meremehkan dan
cepat puas.

Tanggal 8
Al Anfaal
Optimis, mobilitas tinggi, menyukai
perubahan, emosional, gampang
berubah pendirian, saat marah suka
menyakiti diri sendiri.

Tanggal 9
At Taubah
Pemaaf, perfeksionis, mudah bergaul,
tegas, tidak suka basa basi, tidak cepat
puas, ingin selalu diperhatikan, keras
kepala dan mudah goyah.

Tanggal 10
Yunus
Cepat menyesuaikan, banyak cara
keluar dari persoalan, setiap kemauan
harus terpenuhi, licin dan cerdik, tidak
bisa dikekang dan susah diatur, mudah
menyangkal dan banyak alasan.

Tanggal 11
Huud
Dibutuhkan banyak orang, mudah
menerima, berhati-hati dalam berbuat,
tidak banyak kemauan, pasif, terkadang
diremehkan, peka perasaan.

Tanggal 12
Yusuf
Percaya diri, optimisme tinggi, tekun,
teliti, disukai banyak orang, emosional,
tidak mudah percaya, tidak bisa
menahan keinginan, ambisius.

Tanggal 13
Ar Ra’du (Guruh / Petir)
Pemikir, dinamis, menyukai perbedaan,
mudah menarik perhatia, logis, suka
berdebat, tempramental, lambat
memahami sesuatu.

Tanggal 14
Ibrahim
Pembimbing yang baik, patuh pada
aturan, keras dan tegas, banyak
rencana, rela berkorban.

Tanggal 15
Al Hijr (Batu)
Perfeksionis, keras kepala, telaten,
gampang goyah pendiriannya, mudah
dipengaruhi.

Tanggal 16
An Nahl (Lebah)
Rajin dan tekun, ramah, peka pada
suasana di sekitarnya, berjiwa sosial,
pandai memanfaatkan kesempatan,
rapi, cerewet, sensitif dan agak
cengeng, pendendam.

Tanggal 17
Al Israa
Idealis, banyak ide, suka berkhayal,
emosional, lebih produktif jika
beraktivitas pada malam hari (kegiatan
yang baik dan bermanfaat).

Tanggal 18
Al Kahfi
Suka menolong, pengamat yang baik,
pandai menyimpan rahasia, tidak
mudah percaya, suka memendam
masalah dan mengurung diri, susah
ditebak maksudnya.

Tanggal 19
Maryam
Pengasuh, kekanak-kanakan, menyukai
anak-anak, suka mengajar, sabar,
memiliki banyak cara menyelesaikan
masalah, bicara berdasar bukti, sering
difitnah.

Tanggal 20
Thaha
Misterius, suka bepergian, memegang
teguh aturan, suka lari dari masalah.

Tanggal 21
Al Anbiyaa
Bertanggung jawab, seorang
pemimpin dan pemikir, pendengar
yang baik, menerima apa adanya
(ikhlas), tidak banyak kemauan.

Tanggal 22
Al Hajj
Segala sesuatu harus sempurna,
mudah dipengaruhi, gampang
terpengaruh, terburu-buru ingin cepat
sampai tujuan, menyukai keramaian,
sering berfikir muluk.

Tanggal 23
Al mu’minuun
Normatif, sensitif, feminim, fanatik
terhadap sesuatu, mudah terpancing
emosinya.

Tanggal 24
An Nuur
Mudah memberikan jalan keluar,
cermat memilah masalah, pendengar
setia, mudah tersinggung, suka
mengungkit-ungkit, gampang
menyalahkan.

Tanggal 25
Al Furqan
Punya skala prioritas, gemar
membandingkan, ceplas ceplos,
kurang inisiatif dan tidak banyak
kemauan.

Tanggal 26
Asy Syuara
Pandai mengambil hati, suka berbelit-
belit, kurang berani untuk
menyampaikan keinginan, agak
cerewet, tidak banyak keinginan,
kurang romantis.

Tanggal 27
An Naml
Insting kuat, memiliki perencanaan
yang baik, pandai memanfaatkan
peluang, susah bekerja sendiri, mudah
panik, tidak bisa disalahkan, mudah
tersinggung, tidak bisa ditentang.

Tanggal 28
Al Qashash
Berani menyampaikan keinginan dan
pendapat, memegang komitmen,
mudah bergaul, tidak pernah
kehabisan bahan pembicaraan,
pendendam, emosional, romantis,
pencemburu.

Tanggal 29
Al Ankabuut
Banyak kenalan, sabar, dinamis, kurang
menyukai keramaian, tidak berfikir
panjang, kurang pandai memelihara
jaringan, bekerja kurang sistematis,
mudah tersinggung.

Tanggal 30
Ar Ruum
Optimis, banyak akal, anggun,
tempramental, suka bertindak
semaunya dan ingin menang sendiri,
pencemburu berat, setiap kemauannya
harus dipenuhi.

Tanggal 31
Lukman
Bijaksana, seorang pemimpin,
melindungi komunitasnya, sabar, tekad
kuat, otoriter, setiap perintahnya harus
dituruti.


source: facebook

*Benar tidak yah?
fnc muslimah

Bismillah..

‘Utbah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu yang berpesan kepada pendidik putranya: “Ajarilah dia Kitabullah, puaskan dia dengan hadits dan jauhkan dia dari syair.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 30)

‘Ali bin ‘Ashim Al-Wasithi rahimahullahu menceritakan tentang kesungguhan pengorbanan ayahnya, “Ayahku pernah memberiku uang seratus ribu dirham sambil berkata, ‘Pergilah untuk menuntut ilmu, dan aku tak ingin melihat wajahmu kecuali setelah engkau menghapal seratus ribu hadits!’.” ‘Ali pun pergi jauh untuk menuntut ilmu, kemudian pulang untuk mengajarkan ilmu yang didapatkannya, sampai-sampai yang hadir di majelisnya lebih dari tigapuluh ribu orang. (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 32).

Al-Mu’tamir bin Sulaiman mengisahkan tentang pesan sang ayah, “Ayahku pernah menulis surat padaku saat aku berada di Kufah, ‘Belilah buku dan catatlah ilmu, karena harta itu akan musnah, sementara ilmu itu akan kekal’.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 32)

“Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, Allah akan jadikan kekayaan dalam hatinya, dan Allah kumpulkan baginya urusannya yang tercerai-berai, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan suka kepadanya. Dan barangsiapa yang dunia menjadi cita-citanya, Allah akan jadikan kefakiran di depan matanya, Dia cerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali hanya apa yang telah ditentukan baginya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2465, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih).

Ibnul Jauzi rahimahullahu pernah menasihati putranya dan menganjurkannya untuk menyibukkan diri dengan ilmu. Beliau berkata, “Ketahuilah, ilmu itu akan mengangkat orang yang hina. Banyak kalangan ulama yang tidak memiliki nasab yang bisa dibanggakan dan tidak punya wajah yang rupawan.”

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya dengan ilmu tersebut, jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)

“Satu bab ilmu agama yang dipelajari oleh seseorang lebih baik baginya daripada dunia seisinya.” (dinukil dari Waratsatul Anbiya`, hal. 18)

“Ilmu itu lebih baik daripada harta, karena ilmu akan menjagamu sementara harta harus engkau jaga. Ilmu akan terus bertambah dan berkembang dengan diamalkan sementara harta akan terkurangi dengan penggunaan. Dan mencintai seorang yang berilmu adalah agama yang dipegangi. Ilmu akan membawa pemiliknya untuk berbuat taat selama hidupnya dan akan meninggalkan nama yang harum setelah matinya. Sementara orang yang memiliki harta akan hilang seiring dengan hilangnya harta. Pengumpul harta itu seakan telah mati padahal sebenarnya dia masih hidup. Sementara orang yang berilmu akan tetap hidup sepanjang masa. Jasad-jasad mereka telah tiada, namun mereka tetap ada di hati manusia.” (dinukil dari Min Washaya As-Salaf, hal. 13-14).

“Dan katakanlah: Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu padaku.” (Thaha: 114)

“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?” (Az Zumar: 9).

KESIMPULAN:
Semua ilmu yg diturunkan kebumi berasal dari Allah, Dzat Yang Ilmunya Tak Terbatas.
Semua ilmu pengetahuan adalah PENTING.
Tapi tanpa didasari dgn pengetahuan agama, penerapan ilmu pengetahuan akan pincang.

Wallahua'lam



fnc muslimah


Shalat istikharah ialah shalat sunat dua rakaat untuk memohon kepada Allah ketentuan pilihan yang lebih baik di antara 2 hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya.

Yakni, apabila seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan suatu maksud, sedangkan ia ragu-ragu untuk menentukan pilihannya tersebut, apakah harus dilakukan atau tidak, diambil atau tidak.

Salah satu aplikasi shalat istikharah ini misalnya dalam kasus menentukan pasangan hidup. Misalnya saja seorang perempuan bernama Rini yang dipinang oleh 2 orang lelaki yang sama-sama dicintainya.

Maka, untuk menghilangkan keragu-raguannya tersebut, Rini melaksanakan shalat istikharah agar Allah memberinya petunjuk, lelaki mana yang baik untuk menjadi pasangan hidupnya.

Rasulullah bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka shalatlah dua rakaat dari selain shalat fardhu, kemudian hendaklah mengucapkan: \'Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.\' Dan hendaklah ia menyebutkan hajatnya.\'\' (HR Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya)

Shalat istikharah lebih utama jika dikerjakan pada waktu malam hari, seusai shalat lalu berdoalah dengan doa istikharah. Lalu setelah itu, mintalah petunjuk atas apa yang diragukannya.

Niat shalat istikharah:

Ushalli sunnatal istikharah rak’ataini lillaahi ta’alaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat istikharah dua rakaat karena Allah.”

Berbagai Petunjuk yang Mungkin Datang Seusai Istiharah

1.Allah memberikan petunjuk melalui mimpi

2.Petunjuk melalui firasat

3.Petunjuk melalui ketetapan hati

4.Petunjuk dengan menjauhkan orang tersebut dari yang tidak baik untuk dirinya dan mendekatkan dengan apa yang baik untuknya..

aamin..
fnc muslimah
SUJUD TILAWAH

Sujud tilawah yaitu sujud karena membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qur'an tertentu, yakni yang dinamakan ayat-ayat sajadah. Bacaan sujud tilawah:
سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
“Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.”
Artinya:

"Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta."



SUJUD SAHWI

Sujud sahwi yaitu sujud yang dilakukan orang yang shalat, sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat, baik kekurangan raka'at, kelebihan raka'at, atau karena ragu-ragu yang disebabkan karena lupa. Bacaan sujud sahwi:
سبحان الذي لا ينام ولا يسهو

"Subhaa nalladzi laa yanaa mu wa laa yas hu"
Artinya:

“Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”




SUJUD SYUKUR

Sujud syukur yaitu sujud yang dilakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan. Bacaan sujud syukur:
سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي حَقَّا حَقَّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًّا. اَللَّهُمَّ اِنَّ عَمَلِي ضَعِيْفٌ فَضَاعِفْ لِي.

اَللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
"Subhânakallâhumma Anta Rabbî haq-qan haqqâ, sajadtu laka yâ Rabbî ta-’abbudan wa riqqâ. Allâhumma inna ‘amalî dha’îfun fadha’i lî. Allâhumma qinî ‘adzâbaka yawma tub’atsu ‘ibâduka wa tub ‘alayya innaka Antat tawwâbur Rahîm."
Artinya:

"Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhaku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang."