fnc muslimah
1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1.000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.

 3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

 4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

 5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

 6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.

 7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut akan Allah dan orang yang takut akan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

 8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak NabiIsmail.

 9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10.000 tahun).

 10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan,memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dikehendaki.

 11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1.000 lelaki yang soleh.

 12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, “Suaminya. “Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.

 13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung diudara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suami serta menjaga sembahyang dan puasanya.

 15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

 16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.

 17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku Nabi SAW) di dalam syurga.

 18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

 19. Dari Aisyah r.a., Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.


semoga kita menjadi mar’ah sholehah yang lebih baik dari dunia dan seisinya amiiin


Label: 0 komentar |
fnc muslimah

Ibu......

Dalam realita kehidupanmu.. Minimal ada seorang wanita yg sangat PEDULI kamu.. Pasti..!

Terlepas kamu setuju atau Tidak, terima atau tidak, Wanita ini ada..!

Dan ia adalah satu- satunya manusia di planet ini yg izinkan rahimnya kau tempati free of charge selama 9 bulan. Yang siap menahan sakit demi untuk kehadiranmu disini sekalipun nyawanya menjadi taruhan. Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yang tidak gampang.. sering ia tidak tidur karena kamu sakit..dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yang tidak reda, atau kamu tidak buang kotoran. Ia tidak jijik dengan kotoranmu yang berselemak dibadannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.

Tahun-tahun berganti..

Kini kamu sudah dewasa. Kamu sudah bisa kedokter kalau kamu sakit..

Dan status kamu pun kini sudah berubah

Kamu tidak butuh wanita itu lagi

Sekarang wanita itu sudah tua.. lamban, suka dengan cerita lama yang membosankan,

Nasihatnya selalu itu-itu saja..

Belum lagi bau badannya yang sering diprotes pacarmu/suami/istrimu/anak-anakmu. Komunikasi kalian payah...susah...!

Hai saudaraku..

Anda benar..wanita tua ini sering membosankan dan tak nyambung..tapi coba berdiamlah beberapa menit dalam hening...

Sejelek apapun dia.., orang lain boleh tidak suka dia. Tapi kamu tak boleh..sebab ia adalah ibumu

Dihari tuanya yg tak lama lagi.., bukan hartamu yang ia harapkan, ia tidak butuh apapun dari kamu. Ia hanya takut kehilangan kamu.. takut kamu tidak peduli dia lagi

Karena ia begitu mencintaimu

Ia sudah bahagia kalau kamu datang dan bertanya”apa kabar? Dan tanganmu mau mengelus dia”

Saudaraku maafkan dia kalau ia pernah melakukan hal yang mengecewakan kamu..

Percayalah ia pantas untuk kau cintai

Saudraku...

Waktu wanita tua itu tidak banyak lagi...

Dengarkanlah ini: jangan lagi bersuara keras padanya..

Dalam keadaan apapun.. itu akan sangat melukainya. Semoga kita mejadi anak yang sholeh.



fnc muslimah
Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah

chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.

”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.


Cinta tak pernah meminta untuk menanti.

Ia mengambil kesempatan.

Itulah keberanian.

Atau mempersilakan.

Yang ini pengorbanan.


Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ”

”Aku?”, tanyanya tak yakin.

”Ya. Engkau wahai saudaraku!”

”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”

”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”

”Entahlah..”

”Apa maksudmu?”

”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,

”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:

“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4).

Label: , 0 komentar |
fnc muslimah

Pernahkah kamu merasakan..


Bahwa kamu mencintai seseorang,

meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan..

meski kamu tahu cintamu tak akan berbalas,

tapi kamu tetap mencintainya



Pernahkah kamu merasakan..

Bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai

meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun

ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi



Aku pernah..



Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena ku yakin

Tuhan tak menjadikannya untukku



Aku pernah menangis kala bahagia

karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja



Aku pernah tertawa saat berpisah dengannya

Karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki

Dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku



Aku juga pernah bersedih kala bersamanya

Karena kutakut kah kehilangan dia suatu saat nanti, dan..



Aku tetap bisa mencintainya

MEski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku

Karena memang cinta ada dalam jiwa



Semua orang pasti pernah merasakan cinta

Baik dari orang tua..sahabat..kekasih dan akhirnya

pasangan hidupnya



Buat temanku yang sedang jatuh cinta..selamat yah..

Karena cinta itu sangat indah

Semoga kalian selalu berbahagia



Buat temanku yang sedang terluka karena cinta..

Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar,

Satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit

Tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya

Bersabarlah dan berdoalah

karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu



Buat temanku yang tidak percaya akan cinta

Buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia

Maka cinta akan membuat hidupmu menjadi bahagia



Buat temanku yang mendambakan cinta..bersabarlah..

Karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejap

Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu



Buat temanku yang mepermainkan cinta

Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan

Cinta bukan suatu kehampaan

Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta

Dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya

Label: 0 komentar |
fnc muslimah
Menemukan sebuah kata yang menusuk hatiku saat ini di sebuah homepages facebook, kata yang sederhana memang tapi kata ini tepat mengena untukku yang sedang berada pada sebuah dilema..hmm.. lebih tepatnya kata anak muda zaman sekarang "galau" apakah mencintai itu salah satu zina hati? entahlah belum ku temukan jawabannya!



Jika kau ingin cinta, Carilah dulu cinta Allah.


Jika kau mau rinduku, Rindulah dulu Allah dan rasulnya.

Jika kau mau sayangku, Sayangilah dulu agamamu lebih dari diriku.

Jika sayang diriku, jauhilah aku sebelum masanya.

Jika ikhlas dengan diriku, jauhkan aku dari zina, terutamanya zina hati.

Jika cintamu sejati untukku, cintailah aku karena allah

Jika pilihanmu aku, pilihlah karena agamaku, bukan yg lain

Jika setiamu padaku, setialah karena untuk mendapat ridha allah

Jika kau mau peliharaku peliharalah aku dari godaan cinta dunia dan nafsu

Semoga kita dipertemukan dalam ikatan cinta yang di ridhoi allah.

Label: 0 komentar |
fnc muslimah


Anakku...

Bila ibu boleh memilih

Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu?

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak...

engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi

Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata


Anakku...

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu

Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu

Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan

Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,

Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah...

saat paling membahagiakan

Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,

Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,

Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita

Rasulullah di telinga mungilmu


Anakku...

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,

Maka ibu memilih menyusuimu,

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,

Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan


Anakku...

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat

Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle

Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu


Tetapi anakku...

Hidup memang pilihan...

Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak...

Maafkan ibu...

Maafkan ibu...

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,

Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak...

Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak...

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...



Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)

Jakarta, 21 Agustus 2004











Label: 0 komentar |
fnc muslimah

Sesungguhnya aku takut..takut bila nanti hati ini tak kuat menahan rasa sakit..sakit yang begitu dalam yang pernah ku rasakan terakhir kali bersamanya, seorang sahabat karib yang kini masih menjadi sahabat sejatiku.. aku takut, amat sangat dan sangat takut untuk menerima rasa yang meluap dan memburu pada hati yang bukan seharusnya ku miliki.. aku takut pada sebuah kenyataan bahwa aku akan seperti itu lagi dan berakhir seperti itu.. allah aku benar-benar takut akan cinta yang tidak bisa ku kendalikan kini dan nanti. cinta yang seharusnya hanya bermuara padamu.. allah maafkan aku.. maafkan aku.. maafkan aku.. sesungguhnya aku tak pernah mau dan tak pernah ingin untuk menduakanmu, tapi segala upaya yang kulakukan, kini menjebakku dalam pemikiranku sendiri, pemikiran yang seharusnya tak diletakkan disana dan tak perlu ku pikirkan. Allah aku terjebak oleh kebaikannya.. segalanya.. dan semuanya tentangnya.. allah seharusnya tidak seperti ini.. bukan seperti ini dan tidak boleh seperti ini.. aku mencoba menyangkalnya, mencoba menyingkirkannya, tapi kenapa harus seperti ini kenapa.. allah sakit.. sakit sekali.. aku tidak mau menjadi duri dalam hidupnya aku tidak mau menjadi penyebab petaka kehidupannya.. aku tidak mau menjadi seseorang yang jahat.. tapi apa aku salah dengan keadaan yang seperti ini.. salahkah bila aku berpikir berbeda akan kebaikannya.. allah apa yang harus ku lakukan.. haruskah aku tegas pada diriku sediri.. menolak segala kebaikan ikhwan itu terhadapku.. seorang ikhwan yang mungkin bukan milik ku.. allah aku benar-benar tidak enak hati melakukannya tapi bila ini terus berlanjut aku takut tidak dapat menguasai hati dan pikiranku sendiri.. allah tolonglah aku.. selamatkanlah aku.. jangan biarkan aku jatuh cinta kepada seseorang yang tidak meletakkan aku dihatinya.. kepada seseorang yang tidak pernah memikirkanku sedangkan aku terus memikirkannya, kepada seseorang yang tidak pernah peduli padaku sedangkan aku peduli padanya. tolong jangan biarkan ini semua bila ia tidak memiliki rasa yang sama denganku.
fnc muslimah

beberapa hari yang lalu aku menonton sebuah drama asia di telivisi, tepatnya sebuah drama dari negri cina, saat itu tanpa sengaja aku menekan sebuah chanel yang sedang menyiarkan drama itu, mula-mula aku bertanya dalam diri sendiri "drama apa sih ini?" karena ingin tahu aku menontonnya dan aku menangis dibuatnya. begini ringkasan ceritanya:

suatu hari seorang guru perempuan sedang mengajar dikelas, kita sebut saja guru mei, ia adalah seorang guru bahasa inggris disekolah menengah tingkat pertama, ia mengajar kelas 3 smp, ia adalah guru yang sangat dipanut oleh semuanya selain baik ia juga adalah guru yang rajin, tidak perduli sakit ataupun cuaca yang buruk ia tetap mengajar, baginya sekolah adalah mimpinya, dan sekolahlah yang membuat hidupnya cerah.dan terlebih lagi ia sangat mencintai murid-muridnya.

guru mei sudah menikah, suaminya kita sebut saja "weizang" ia adalah seorang manager disebuah perusahaan, selain itu guru wei tinggal bersama mertuanya yang sangat baik hati dan sangat menyayanginya, ibu mertuanya itu sangat bangga memiliki menantu seorang guru karena itu ia sangat memanjakan guru mei.

semua dimiliki guru mei pekerjaan yang baik, suami dan ibu mertua yang sangat baik, tetapi suatu hari ia mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan mata kaki sebelah kirinya terluka, yah tepatnya hanya terkilir saja, tapi berdasarkan pengamatan kakinya itu terluka cukup serius, hingga ia harus berjalan dengan berpegangan pada dinding dan meja disekitarnya, ia meyakinkan suaminya bahwa ia baik-baik saja dan akan tetap mengajar " tubuhku baik-baik saja yang sakit hanya matakakiku jadi ini tidak akan menghalagiku untuk megajar" ucapnya dengan mantap. akhirnya suaminya yang tadinya ingin melarang ia untuk mengajar pun kalah dan memutuskan untuk menjemput dan mengantarnya kesekolah.

pagi itu suaminya mengantar guru mei dengan mobilnya sebelum berangkat kekantor, setelah sampai sekolah suaminya menggendong guru mei untuk masuk ke kantor guru. kebetulan guru mei mengajar dilantai 3 dan ruang guru juga dilantai 3 jadi suaminya menggendongnya naik tangga. guru mei semula berkata dalam gendongan suaminya " apa tidak apa-apa? nanti kau terlambat kekantor?" namun suaminya hanya menjawab" tidak apa-apa saat aku sakit kau yang merawatku sekarang giliran aku yang harus menjagamu, lagi pula aku sudah berjanji untuk mengantarmu dan menjemputmu kesekolah sampai kau sembuh" guru mei pun menerimanya dan membiarkan suaminya mengantar sampai keruang guru dan mendudukannya dimejanya. setelah itu suaminya kembali kemobil untuk mengambil tongkat untuknya barulah suaminya pergi kekantor. hal ini telah berlangsung selama seminggu. dan suatu malam guru mei berkata" sepertinya akan hujan bagaimana besok? sepertinya kau tidak usah mengantarku?" lalu suminya berkata sambil melihat jendela " bagaimana ya? hmm..ya mau bagaimana lagi aku akan tetap mengantarmu"

kekesokan paginya hujan turun dengan lebatnya suaminya tetap mengantarnya dengan mobil dan ketika sampai didepan sekolah ia keluar dari mobil dan menggendong istrinya yang sudah lengkap dengan mantel hujan, ia menggendong istrinya di punggungnya dan guru mei yang memegang payung untuk memayungi mereka berdua (melihat adegan ini sungguh ribet deh udah gendong mayungin juga) dan ketika sampai lobby sekolah ia menurunkan istrinya dan membantunya melepas mantel dan menutup payung lalu bersiap menggendong lagi untuk naik kelantai 3( hmm sungguh hebat perjuangannya). begitu sampai diruang guru, guru mei dibantu untuk duduk dan suaminya berkata" kau tunggu disini aku ambil tongkat dulu dimobil( hah balik 2 kali hujan deres lagi) guru-guru yang lain langsung terharu dan menangis, guru mei heran kenapa? (yah sudah jelas lah iri liat guru mei punya suami yang perhatian banget gitu) guru-guru itu lalu berkata" kau sungguh beruntung guru mei" guru mei malah bertanya-tanya sendiri "benarkah ia seberuntung itu"

murid-murid juga sangat perhatian dengan guru mei mereka siap mengambil kursi yang ada rodanya dan mengantar guru mei ke kelas bila pelajaran akan dimulai dan setelah selesai mereka akan mendorong kursi yang diduduki oleh guru mei itu keruang guru, mereka juga sudah mendiskusikannya dengan kelas yang lain untuk melakukan hal yang sama. guru-guru yang lain pun melihat dengan heran.

dikantor suami guru mei telat ikut rapat, ia datang ketika seluruh aggota rapat sudah berkumpul dan bertanya" pak menager apa tidak lelah mengantar ibu kesekolah baru kekantor?" namun weizhang yang datang dengan basah kuyup menjawab" ketika aku memutuskan untuk menikah berarti aku harus siap dengan segala konsekuensinya,saat ini istrinya sakit kalau bukan dia yang menjaganya siapa lagi, jika harus menyerah sekarang kenapa memutuskan untuk menikah"( hmmm kereenn) lalu ada lagi yang bertanya"apa pak manager tidak ingin ganti baju dulu" ia hanya mengatakan" tidak perlu ayo kita mulai rapatnya" dan ia bersin "haaaachiiinnn"

2 minggu telah berlalu tapi kaki guru mei belum sembuh suaminya pagi itu mengantarnya dengan wajah pucat( sepertinya sakit) tapi ia tetap kukuh mengantar guru mei dan lagi semua guru masih tetap terpukau dengan pasangan itu sampai sampai ada yang mengirim sebuah puisi ?(hmmm aku kurang mengerti sama puisinya tapi kurang lebih begini) cinta itu akan tetap utuh sampai nanti.. cinta baginya adalah sehidup semati. guru mei bingung dengan puisi dimejanya dan bertanya siapa ya yang mengirim puisi ini. dan ada seorang guru yang menjawab "mungkin seorang yang sangat mengagumi cintamu dan suamimu"

bersambung-
fnc muslimah
Bismillaahirarhmaanirrahiim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

==============================
Ya Ghaffar...

Ya Robb..

Ya Qahhar...


Benarlah... bila DIA hendak menguji hambaNya, Dia akan menguji dengan sebenar-benar ujian. Namun, qodratku hanyalah sebagai hambaNya yang lemah..di mana harus kucari kekuatan??

ujian.. ujian.. berbagai bentuk, segi dan rupa.. aku yakin, ujian itu “tarbiyah”, dan seharusnya aku merindukan “tarbiyah” itu..

ujian itu adalah tanda “sayang”-Nya padaku, namun ku mohon ya Allah, sebagai hamba yang lemah, tunduk sujudku padaMu, jangan uji aku di luar batas mampu dan sanggupku..

ya Allah.. ya Robb.. ku mohon lindungi diriku dari “kezaliman” yang akan ku lakukan sendiri. Sungguh Kau sebaik2 Pelindung dan Penolong bagiku di Dunia dan Akhirat..

Pernah satu ketika.. seorang sahabat menemuiku, mohon penjelasan yang lebih jelas tentang “cinta”.

Cinta..??? Cinta insani atau cinta Ilahi..?


Jawabannya : “cinta makhlukNya..”!

“Akhwat sahabatmu..?? “

Jawabannya : “ikhwanku..”!.


SubhanAllah.. mohon maghfirahMu ya Allah.. Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.

" insyaAllah..selalu ada jodoh untukmu ukhtie. Usah dirisaukan tentang jodohmu ya..” hiburku.

“ ana tahu, tapi bukankah kita perlu berikhtiar??”

“ berikhtiar? Ya.. “ jawabku ringkas.

“ anti dah berikhtiar..?? “ aku bertanya.

“ ana..?? si ‘dia’ bagaimana?” dia malah balik bertanya.

“ maksud anti..?” tanyaku.. seakan tidak mengerti, walau aku tahu siapa “dia” yang di maksudkan.

“ana dengar dia dah bertunangan. Benar?” Tanyaku.

Diam.....Hening dan sunyi.

Aku mengulum senyum.. ku tinggalkan persoalan itu tanpa menjawabnya...

Kepada saudariku yang ku kasihi dan sayangi..,

telah tercatat nama seseorang di LAUH MAHFUZ untukmu sayang....

telah Allah tentukan untuk dirimu seseorang yang akan jadi “sayap kiri” perjuanganmu...

Namun ukhtieku fillah, siapalah kita untuk menentukan.. melainkan DIA..

Hanya DIA yang tahu bila kita akan di pertemukan antara satu sama lain.. di mana.. semuanya dalam pengetahuan Allah...

Bersabarlah ukhtieku yang sedang bermujahadah... apa ukhtie lupa.. Janji Allah itu kan pasti...

Ketahuilah ukhtieku fillah.. pribadi dirinya terletak pada ketinggian peribadimu...

Bukankah Allah telah berfirman dalam al-Furqan, surah anNur ; ayat 26, mafhumnya : “ ... perempuan-perempuan yang baik itu adalah untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik itu adalah untuk perempuan-perempuan yang baik... “

Muslimah mana yang tidak menginginkan seorang “imam” yang soleh ukhtie?? Apa ukhtie tidak menginginkan itu???

Tapi sebelum dapat yang soleh.. kita mesti terlebih dahulu menabur benih-benih solehah dalam diri, sirami dengan akhlak Islamiyah...

Berusahalah ukhtie.. menjadikan dirimu WANITA yang UNGGUL di pandangan PENCIPTAMU..

Sambil terus berupaya mengekang NAFSU mu ukhty suci idaman setiap mujahid Islam...

Pagarilah dengan sifat MALU.. IMAN.. dan TAQWA..

Sebagaimana Baginda SAW mendidik puteri kandung kesayangannya, Fatimah Az-Zahra.. MALU itu di umpamakannya seperti pohon putri malu...

Teruslah bermujahadah ukhtieku...

insyaAllah.. mujahadah mu itu tidak akan sia-sia...

Karna dengan izin Yang Maha Berkuasa, anti akan di pertemukan dengan seorang Mujahid Islam...

“ ana sadari hakikat itu ukhtie.. memang penat untuk bermujahadah..." jawabnya setelah lama ia terdiam.

“ Tapi ingatlah ukhtie.. BALASANNYA pasti INDAH.. insyaAllah...Allah tidak pernah mensia-siakan do’a hambanya.... jangan pernah berhenti untuk berdo’a...mohonlah agar “dia” yang kau inginkan sebagai “imam” mu... yang kau yakini bisa memimpinmu sehingga ke Syurga abadi....akan menjadi kekasih halal bagi mu...."

Aku diam sejenak. lalu kulanjutkan setelah tak ada jawaban darinya,

“Jika sudah bertemu yang mampu menerima ukhtie apa adanya.. istikharohlah... mulailah dengan istikhorah dan sholat hajat.. minta Allah tunjukkan pada kita...bila sudah dapat jawaban yang pasti.. binalah “masjid” itu dgn kemampuan kalian masing-masing...

“ Yakinlah dengan hidayah yang Maha Esa ya sayang.... muhasabahlah dirimu selalu.. bertafakkur.. teruslah cari Ridha Ilahi dan RahmatNya...teruslah perbaiki dirimu...Laksanakan apa yang perlu kita laksanakan dulu..

“ Jangan risau.. Allah itu Maha ‘Adil......berbicaralah denganNya ukhtie.. letakkan harapanmu sepenuhnya pada Penciptamu, bukan pada ciptaanNya..."

Senyap... hening. dan bicara ku tenggelam ....

“ ukhti menangis..?" tanyaku.

“ Gak lah... “

“ Anti kecewa?? Ana dengar dia sudah berhijrah.. betul ??? “ tanyaku lagi.

“ Smoga Allah permudahkan segala urusannya.. mungkin ana bukan yang terbaik untuk dia. Dan mungkin dia juga bukan yang terbaik yang Allah tetapkan untuk ana....”

“ adikku sayang...” tak sadar kupeluk dirinya ketika kulihat airmatanya kembali jatuh.

“ Biarlah ku pendam luka yang lara ini, ukhtie ku fillah... “ jawabnya menegarkan diri, membalas memelukku.

Lalu akupun pamit. Kupercepat langkahku pulang.. meneruskan perjuangan... walau satu ketika dulu, aku juga pernah di uji dengan cinta Insani.. sampai suatu ketika aku tersadar, siapa aku sebenarnya di mata hamba yang bernama “manusia”.. hitungan jiwa juga cinta insani, sehingga hampir membutakan mataku dari cinta yang Maha Esa..

sesungguhnya Allah lebih Mengerti..

terima kasih ya Allah.. teruslah uji aku ya Allah dgn mengikuti kemampuan terbaikku, agar aku tidak lupa dan senantiasa mengingatiMu.. kerna “ujian” itu tanda KAU menyayangiku...

Yakinlah.. kita akan di uji daripada apa yang kita katakan.. jangan salahkan mereka yang terjebak dengan “cinta” sebelum “nikah” – “IMAN” itu yanqus dan yazid, bisa bertambah dan berkurang.. dan soal Iman itu, hanya Allah yang layak mengujinya..

Hari itu berlalu cepat dan diri ini berlari mengejar bahagia, mengharap sinarNya lalu tersungkur dalam derita dan duka. Tapi kubangkit kembali dengan harap dan doa, tetapi bila dipenghujung cerita diakhiri dengan sesal, hampa dan kecewa, jangan Putus harapan dari sinarNya sehingga kita belajar kembali bagaimana untuk memulai, walaupun tertatih menerima ukiran takdir atas sutera kehidupan.

Masa yang lalu itu juga akan mengajarkan diri kita bagaimana untuk meminta meski tahu mungkin akan kecewa juga, tetapi masa lalu itu juga yang menyadarkan diri bahwa meminta dan kecewa adalah nikmat yang perlu di nikmati dengan sabar.

Masa lalu yang tlah berlalu itu juga menjadi bukti betapa diri ini lemah tiada berdaya, tak pernah mampu untuk menghadapi apa saja yang tidak ada melalui impian, namun masa lalu itu juga yang mengajarkan bahwa inilah “sutera kehidupan”.

Masa lalu itu yang tidak hanya sepi dihias duka tetapi hari itu juga DIA hadiahkan cinta itu di penghujung sendu dan balutan kecewa. Hari itu yang berlalu membuatku takut untuk diri melukis impian pada langit nan indah itu karena bimbang pelangi yang berpaut pada awan kan sirna jua. Lalu cinta itu kubiarkan tanpa impian juga hiasan harapan, yang ada cuma memasrahkan diri ini kepada DIA sang pemilik segala cinta.

Hari itu yang berlalu melahirkan seorang insan yang tidak punya impian dan mimpi untuk hidup, segala yang ada cuma perkiraan untuk kembali kepada tuhan, dan menanam harapan untuk bertemu dan menatap wajahNya pada esok hari. Hari itu yang berlalu mengajarkan padaku bahwa cinta ini untuk diisi dan diukir dgn sinar kasih padaNYA sebagai bekal pertemuan kembali aku dan DIA, justru cinta itu kusimpan, lalu tumbuh bunga harapan untuk ku sulam cinta itu dengan sebuah ikatan.

Hari ini menyebabkan diri tegar menghadapi hari esok...Tuhan segalanya sudah kuserahkan padaMU apa yang akan menjadi takdirku.



Barakallahufikum..semoga bermanfaat,

Banyak sayang dan cinta

Wassalamualaikum

-----------------------

- Iftaistianynotes-



Label: 0 komentar |
fnc muslimah

Kisah inspiratif yg layak sharing; Cerita dari negri cina..Seorang ibu di Cina yang sudah tua memiliki 2 buah tempayan yang digunakan untuk mencari air, yang dipikul dipundak dengan menggunakan sebatang bambu.

Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satu nya tanpa cela & selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh. Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.
Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya & sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua itu di dekat sungai.

"Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu."

Ibu itu tersenyum, "Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya?

Aku sudah tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu & setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih-benih itu.

Selama 2 tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja.

Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga."

Kita semua mempunyai kekurangan masing2. Namun keretakan & kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menyenangkan & memuaskan.

Kita harus menerima setiap orang apa adanya & mencari yang terbaik dalam diri mereka.



Label: 0 komentar |
fnc muslimah

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu. Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ke tempat tidurmu. Kau benar2 orang yang bersyukur, aku menyukainya.

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak mengubah cara hidupmu. Hai Bodoh, Kamu millikku. Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu . Malah aku masih membencimu, karena aku benci ALLAH. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada ALLAH.

DIA sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.

Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada-NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani.

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa. Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya. Begitulah anak-anak . Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang. Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk ALLAH dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata ALLAH.




source:www.facebook.com/istiqamahmoiichan/
Label: 0 komentar |
fnc muslimah

Pada hari penciptaan" PEREMPUAN"

 
Malaikat bertanya pada ALLAH:"YA ALLAH apa keistimewaan dari ciptaanMu ini?

 
ALLAH menjawab :"ada banyak keistimewaan yang dimiliki oleh ciptaanku ini,dibalik kelembutannya dia memilikikekuatan yang begitu dasyat,tutur katanya merupakan kebenaran,senyumannya adalah semangat bagi orang yang dicintainya,pelukannya dan ciumannya bisa memberikankehangatan bagi anak-anaknya,dia tersenyum bila melihat temannya tertawa,dia akan menengis bila melihat kesengsaraan,dia mampu tersenyum dibalik kesedihannya,dia sangat bahagia melihat kelahiran,dia begitu sedih melihat kematian,tetesan air matanya membuat perdamaian".

lalu malaikat berkata :"subhannallah...begitu istimewakah perempuan ya ALLAH??"

ALLAH menjawab : "ya...tapi dia sering lupa satu hal".

Malaikat bertanya :"Apa itu ya ALLAH ??".
ALLAH menjawab Bahwa betapa berharganya dia (harga dirinya,auratnya,dan kesuciannya)



fnc muslimah

Saya mendapatkan cerita ini di facebook, seorang dosen favorit saya yang menyebarkannya disebuah grup sastra kampus, beliau memang pribadi yang menyenangkan dan terdasyat yang pernah saya temui, melalui cerita ini saya sungguh terinspirasi untuk menjadi lebih baik. simak ceritanya ya.....!


DASYAT. Ini terjadi 30th lalu. Ibu saya rajin bangun pagi, menyiapkan tetek bengek sekolah saya dan tiga adik yang masih kecil-kecil, beresin rumah tanpa pembantu. Kami hanya keluarga miskin, tentara pas-pasan. Suatu malam, ibu menghidangkan makan malam untuk ayah, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak ϐίsα berbuat banyak, lagipula minyak gorengnya sudah habis.

Saya hanya mengamati reaksi ayah dengan suguhan makan malam itu. Batinku, ayah pasti kecewa karena disuguhi hanya tempe dan telur gosong. DAHSYAT sekali ! Ayah dengan tenang menyantap semua yang dimasak ibu dengan lahap dan berkata, "Bu, terima kasih ya!"

Lalu ayah menanyakan kegiatan saya & adik-adik di sekolah. Selesai makan, ibu menghampiri kami di meja makan sambil menggendong adik yang paling kecil, ibu MEMINTA MAAF karena telor- tempe yg gosong. Sungguh DAHSYAT yang tak terduga, Ayah bilang: "Ibu, Ayah suka telor tempe itu sekalipun gosong.
Hingga di beranda rumah, saya bertanya pada Ayah: "apakah Ayah benar-benar menyukai telur tempe gosong itu?" Dengan lantang dan sambil merokok, Ayah menjawab "Iya Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari, dia capek walau di rumah. Jadi, sepotong telor tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!"

Sungguh DAHSYAT, kalo kita bisa menerima kesalahan orang lain. Itulah kunci yang sangat penting untuk menciptakan hubungan yang sehat, bertumbuh abadi. Saya ingat, emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Berpikir dewasa, kenapa hal itu terjadi pasti ada alasannya. Kita tak perlu menjadi orang yang egois, MAU dimengerti, tapi TIDAK MAU mengerti yang lain, makin TUA itu PASTI, tapi DEWASA itu PILIHAN, Manusia yang DEWASA adalah manusia PILIHAN..dasyat lagiii!!!

beliau memang dosen terdasyat lihat saja semua tulisan beliau pasti diawali dan diakhiri dengan kata "Dasyat" melalui beliaulah saya mendapat beribu motivasi, terimakasih pak Syarifuddin Yunus M.pd motivasi dan pengajaran darimu akan selalu saya rindukan.

fnc muslimah

Teringat saat ku putuskan hubungan terlarang kita saat itu,saat aku ingin belajar menjadi lebih baik. Kau begitu murka padaku,tapi aku lebih takut pada murka Allah Azza Wa Jalla.

Tak apa kau begitu marah padaku,sampai ku ingat kau putuskan hubungan ukhuwah kita. Kau tak mau mengenalku lagi,ini lah yang paling aku benci dari hubungan terlarang. Awalnya begitu indah,akhirnya begitu rendah. Tak ada lagi keindahan yang ada kebencian. Hingga aku tahu mengapa hubungan itu begitu terlarang,karna setelah keindahan itu hilang yang datang kebencian yang nyata,hilang pula ukhuwah islamiyah di antara kita. Aku bersyukur,aku tersadar sebelum aku tersungkur.

Begitu bencinya kah kau padaku,hingga masa di mana kau berkata,kau mencintaiku namun begitu menyakitkan ku tak membalas cintamu. Tidak..tidak seperti itu. Hati ini merasakan Rasa,namun ku ingin kau segera menyandingku. Namun yang ku terima adalah harapan-harapan palsu dengan alasan yang tak berarti,hanya untuk menghalalkan hubungan terlarang.
Maafkan aku,aku lebih rela kehilangan cintamu daripada aku harus kehilangan cinta sejatiku,Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Perih ini menjalar begitu saja ketika ku tahu kau bersanding dengan yang lain,namun perih ini pasti akan di gantikan dengan yang lebih baik,itu janji-Nya. Daripada aku menanggung perih dalam siksa api nerakaNya kelak dengan bahagiaku di dunia. Lebih baik aku menanggung perih sekarang dan aku akan mendapatkan yang jauh lebih baik,yaitu bahagia dengan pilihanNya dan bahagia dalam surgaNya.

Kini ku tahu, mencintai memang sangat mudah,tapi untuk meraih cinta kadang sangat sukar. Maka ku mulai belajar untuk mencintai tanpa harus ku terima balik cintanya. Namun semua itu tak berlaku padaNya. Aku mencintaiNya,Dia lebih mencintaiku. Aku melupakanNya,Dia tetap memberiku kasih sayang. Ketidak adilanku padaNya membuatku semakin jatuh cinta padaNya,sehingga ku mampu segera melupakanmu.
Aku memang tak pernah tahu apa itu jatuh cinta,setelah aku kehilangan cintaku. Begitu pun dengan apa yang aku rasakan,telah lama aku kehilangan rasa,hingga ku tersadar dari keterpurukanku. Aku benar-benar merasakan jatuh cinta,terasa setelah aku kehilangannya. Aku jatuh cinta pada Nya,aku begitu merindukanNya
Maafkan aku mantan kekasihku,karna ku telah jatuh cinta pada Kekasih Terindahku. Allah Subhanahu Wa Ta’ala.



Wallahu a’lam bish Shawwab.





Label: 0 komentar |
fnc muslimah

Kutatap wajah istriku yang tertidur nyenyak karena kelelahan, Allah maha pemurah,ia telah mengkaruniakan seorang anak laki-laki untukku, lihatlah betapa gagahnya ia,rahang mungilnya sudah terlalu kukuh, tubuhnya terlihat kekar dengan berat 4,1 kg, untuk itu kunamai Arga, agar ia sekokoh gunung. hmm..dia lahir ditengah menanjaknya bisnisku, sampai-sampai ketika Mayang istriku melahirkan aku tidak bisa menungguinya, bahkan aku baru bisa menengoknya setelah sebulan Arga lahir.

***
telingaku mendengar tangis keras ketika aku sibuk dengan laporan keuangan perusahaanku, lembaran kerja ini harus jadi besok, agar rencana merger tidak gagal. "Ah..dimana Mayang?..bayi kecil itu menangis keras sekali,menggangguku saja." gerutuku.

"Mas tolong gendong Arga sebentar,aku sedang mandi.."terdengar teriakan Mayang.

"Iyem kemana?" aku balasa berteriak

"kepasar"Jawab Mayang.

"Parto?"

"kan kemarin sudah pamit pulang?, tolong Mas sebentar saja" pinta Mayang.

"Maaf sayang lembar kerja ini tidak bisa di tinggal".

sepi Mayang tidak menjawab lagi,aku menekuri pekerjaanku mempersiapkan persentasi pada hari libur begini.

ketika ku melawati kamar Arga anakku,kulihat Mayang masih dengan handuk menutupi kepalanya sedang menyusui Arga sambil membacakan cerita, rupanya ia tidak jadi mandi.(aku menggelengkan kepala) akhir-akhir ini memang kesibukanku luar biasa, sampai aku tak pernah lagi berbincang dengan Mayang, untung Ia tidak pernah mengelu.
***

bulan demi bulanpun berlalu, rencana merger terlaksana dengan baik,dan dampaknya bukan main,perusahaanku Go public,aku pun jadi sering pergi keluar negeri untuk urusan perusahaan, aku pun jarang bertemu Mayang dan Arga.

***
hari ini libur,aku berencana menghabiskan hari dirumah,ada beberapa bacaan dan koran yang tidak sempat aku baca, tiba-tiba kurasakan tarikan lembut diujung celana panjangku, ketika ku tengok kebawah sepasag mata bulat menatapku sambil mengacungkan lego. Arga...tanpa terasa ia sudah bisa merangkak sekarang, oh..rupanya ia ingin main denganku, tapi lembar ekonomi dan bisnis ini menarik sekali dan aku hanya punya waktu hari ini.

"Hmm..maaf sayang,mainnya sama mama saja ya.."kataku sambil mengusap lengan mungilnya sekilas.

tiba-tiba terdengar suara tangis, duh..Arga...!!

"Mayangggg..."teriakku agak kesal

mayang tergopoh-gopoh menghampiri,memeluk Arga dan membawanya pergi.
***
"papa..papa.." sebuah panggilan lembut menggangu tidur siangku, aku baru saja pulang dari amerika, menempuh pendidikan Pascasarjanaku, kelelahan yang membuatku merindukan kenyamanan dan ketenangan. tapi...panggilan lembut itu telah mengacaukan kenyamananku. kepalaku seperti dihantam martil.pusing!

"papa..papa..,bantu Arga bikin PR" suara itu mengusikku

kubuk mataku berat, sebuah bayangan seorang anak laki-laki menatapku penuh harap.ah..Arga entah sudah berapa tahun dia sekarang,hmm...oh iya dia sudah duduk dikelas lima SD, kemarin baru saja mayng mengatakannya kepadaku. aku sampai lupa, rasanya lama sekali aku tidak melihatnya, ada sebersit penyesalan menghuni ruang batinku.

"papa lelah sayang bikin PRnya sama mama saja ya..!"

"tapi ini matematika papa, papakan pintar."

"iya,tapi besok papa sudah harus balik ke tokyo sayang,jadi papa harus istirahat".

mendengar jawabanku Arga menunduk dan berllu dalam diam.

***

"papa..sore ini Arga pinjam mobil ya?"suara bariton yang terdengar sepeti suaraku terdengar meminta.

akupun menoleh mendapati sosok tubuh tegap dengan tinggi 170 cm, dengan dagu yang mulai tumbuh bulu halus dan sepasang kacamata minus sedang menatapku, ah..sudah berapa usia Arga sekarang? rasanya baru kemarin ia merayakan ultah ke 17 nya yang seperti biasa tidak pernah kuhadiri.aku tersenyum sambil melipat koran yang kubaca.

"mau kemana Ga?" tanyaku

"tumben papa tanya"sahut Arga.

aku tersentak,ya..tumben aku ingin tahu, semenjak Mayang memutuskan mengenakan busana muslimah, suasana rumah ini semakin sejuk saja.dan suasana itu mendorongku untuk lebih memperhatikan dua orang yang kusayang.

"papa tidak boleh tahu kemana kamu pergi?"

"tentu saja boleh pa..,bahkan kalau papa mau kita kesana"

"kemana?"

"ceramah keislaman dimasjid sunda kelapa"

aku tertegun,masjid? sholat lima waktu saja aku tidak pernah,sekarang anakku mengajakku kemasjid? ada sesuatu yang Mayang lakukan pada dirinya dan anakku Arga.

"maafkan papa Arga nanti malam papa harus menghadiri jamuan makan malam dengan pengusaha dari jepang"

aku amati mata Arga,terbesit kekecewaan disana.

"tidak apa-apa pa,assalamu'alaikum"pamitnya, aku ternganga mendengarnya.
***

"apa yang kau lakukan pada Arga mayang? kenapa ia tidak pergi ke diskotik? kenapa ia tidak suka membawa gadis-gadis cantik? kenapa ia sering sholat dan mengaji dalam waktu yang lama? apa yang telah kau lakukan?" tanyaku suatu malam.

"suatu saat mas akan mengerti"jawabnya singkat.
***
usiaku sudah 70 tahun rambutku sudah memutih, kulitku mulai keriput, pengelihatanku telah kabur,sambil tertatih-tatih aku berjalan menikmati pemandangan asakusa temple.kami sekeluarga menetap ditokyo,karena dijakarta bisnisku kurang maju.Arga yang sekarang mengemudikan bisnisku,ia sangat cakap.aku terus melangkah, ketika kuturuni tangga kuil, keseimbanganku hilang. kalau saja tidak ada tangan kokoh yang mendekapku dari belakang tentu aku sudah jatuh terlentang.

"papa hati-hati dong, kenapa papa tidak telp Arga dulu kalu mau berkunjung kemari kan arga bisa temani".

"aku tidak mau mengganggu kesibukanmu nak, biaya hidup ditokyo kan mahal, kau harus bekerja keras agar perusahaan kita terus maju."

"papa,buat Arga keselamatan dan kesehatan papa jauh lebih penting dari semuanya."

"kenapa kau menyusul kemari nak?"

"papa..papa.. harus kuat ya menerima berita ini".

"ada apa Arga?"

"Om Wisnu papa.."

"ada apa dengan Wisnu?"

"'Om Wisnu meninggal pagi tadi".

"apa? Wisnu?? bagaimana kejadiannya?".

"sabar papa..om Wisnu melakukan bunuh diri di apartemenya kemarin malam,sabar ya pa..".

Wisnu bukan adik kandungku,tapi sudah kuanggap adik sendiri,wisnu adalah figur pengusaha sukses, baginya waktu adalah uang dan kesuksesan,dan aku mengaguminya, bahkan aku mengikuti falsafah hidupnya.

"wisnu lebih muda dariku,kenapa bisa seperti itu?"

"Om Wisnu menitipkan surat terakhir untuk papa"

....................................................................................................................................
Mas Rudi yang saya hormati,


surat ini saya tulis agar menjadi kenangan sekaligus peringatan untuk mas,tolong serahkan surat ini pada pengarang atau penulis manapun agar bisa dipublikasikan kepada semua orang.

hartaku sangat berlimpah mas rudi, mas tahu itu, dan semua itu kuperoleh selama bertahun-tahun dengan cara menukarnya dengan sesuatu yang amat mahal, perhatian untuk istri dan anakku satu-satunya Tomy.

aku tidak pernah mengikuti perkembangan Tomy mas,bahkan aku tidak hapal tanggal dia lahir, ketika ia menikahpun aku tidak bisa hadir karna kesibukan bisnisku.Tomy memperlakukaku sama seperti dulu aku memperlakukannya, ia tidak pernah punya waktu untukku. bahkan untuk sekedar makan malam ia tidak punya waktu, Rosa istriku sudah lama pergi dengan laki-laki lain.itu semakin membuat Tomy membenciku.dan yang lebih menyakitkan lagi mas Rudi,Tomy tidak berseia tinggal bersamaku. ia menempatkan aku disebuah appartemen dengan seorang pembantu yang bisu dan tuli. hatiku sakit mas Rudi, sakit sekali...rasanya aku tidak memiliki alasan untuk hidup lagi, sebelum terlambat perbaiki hubunganmu dengan Arga dan Mayang.percayalah mereka jauh lebih berharga dari semua yang kit kejar dahulu.


selamat tinggal mas Rudi.
.....................................................................................................................................



seluruh tubuhku bergetar hebat, hati nuraniku, jantungku, bahkan pori-pori kulitku terus bargetar...

"ya Allah ampuni hambamu ini" untuk pertama kali aku mengingat sang pencipta itu,oh...betapa durhakanya aku. kutatap tubuh egap yang berada disampingku,Arga.. ia tidak seperti tomy, ia membalas air tuba yang ku berikan dengan air susu yang manis, sangat manis sekali..kini aku mengerti alasan Mayang mengenakan busana muslim, mengapa Arga seperti ini, keu telah menemukan kedamaian yang tidak pernah aku berikan Mayang, kedamaian dari Allah Azza wa jalla.

"maafkan aku Mayang,Ampuni aku ya Allah.."




 
-source in Annida-

"ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenang"



fnc muslimah

Langit tampak muram menjelajahi petang yang tinggal sejengkal

keramaian kota jakarta pun tak ubahnya bagai pasar

gedung-gedung tinggi pun terlihat bagai bintang yang menerangi pekat malam

aku pun serasa bagai titik kecil diantaranya

bersama para penumpang yang menunggu bus jurusannya

hampir 15 menit berlalu,namun belum kudapati pula bus itu

hingga seorang ibu separuh baya bertanya kepadaku"Agra mas nunggunya disini kan Neng?"

"Iya Bu,Saya juga sedang menunggu.." jawabku...

Ibu itu terlihat sendiri, tanpa seorangpun bersamanya, aku pikir ia terlalu tua untuk menapaki kota pada malam hari seorang diri.

kemana keluarganya? kemana anaknya? tidakkah mereka seharusnya menjaga seseorang yang telah rapuh ini? tidakkah mereka seharusnya tidak membiarkannya pergi sendiri? dengan tubuh yang telah tua renta, mata yang sudah buram pengelihatannya, tidakkah mereka berpikir bahwa tanpa ibu ini mereka tak akan pernah ada?

Terlalu lama aku bergelut dalam fikiranku, hingga tak menyadari bus yang ku tunggu ada didepanku.

bus dengan kapasitas 60 orang itu telah penuh, hingga aku harus berdiri, Ibu tua itupun berdiri tak jauh dariku.

kasihan Ibu itu tak dapat tempat duduk, tidak adakah yang bersedia memberikan kursi mereka???
kuamati lekat-lekat seluruh penumpang, kebanyakan dari mereka adalah pemuda, kelihatannya karyawan dan mahasiswa yang pulang dari aktivitasnya, mereka masih sehat dan kurasa tulisan di Bus yang berkata"DAHULUKAN WANITA, ORANG TUA, DAN IBU HAMIL" kurang cukup besar dibaca oleh mereka ,atau lebih baik tulisan tersebut bisa berbicara saja seperti di film Harry Potter,....ah....mana mungkin???. tapi tidakkah mereka melihat Ibu tua itu?, aku sungguh kasihan padanya ia terlihat lelah sekali, tak tersiratkah dipikiran mereka untuk menolong? bukan untukku melainkan untuk ibu tua itu, apa mereka tidak berfikir jika itu adalah Ibu atau Nenek mereka sendiri??

Oh ...Indonesiaku....dimana rasa kasih dan sayangmu??

dimana rasa solidaritas itu??

Tiba-tiba Ibu itu duduk , aku sungguh tak percaya ia duduk dilantai bus, dengan tenangnya ia berkata"Maaf ya..saya capek"

Ya...Rabbi...mereka semua hanya melihat tanpa tergerak hatinya....

tidak ada yang mau bangun untuk memberi kursi, mereka hanya melihat dan diam, sungguh keterlaluan....

Rupanya inilah Indonesiaku...

Inilah wajah Indonesia...

Inikah wajah pemuda Indonesia sebenarnya???

mereka telah terpedaya oleh keegoisan dan keindahan pesona dunia...ASTAGHFIRULLAH...

Hal ini adalah kenyataan dari lirik Indonesia Unite

"ADA SATU YANG HILANG DARI NEGRIKU..."

"TAK SEPERTI DAHULU SALING BERSATU..."

"ADA YANG TLAH BERUBAH DARI BANGSAKU.."

"HILANGNYA KASIH SAYANG ITU...MENYAKITKANKU..."



fnc muslimah

Suatu ketika Abu Hurairah ra.,salah seorang sahabat nabi bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda org kafir.

Setan penggoda orang kafir itu gemuk, segar, rapi dan memakai baju bagus. sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus, kering, kusut dan telanjang.
Setan gemuk bertanya pd setan penggoda kaum mukmin yang kurus

"kenapa keadaanmu menyedihkan, kau kurus kering, kusut dan telanjang?"

setan kurus menjawab

"aku bertugas menggoda org mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah, ketika hendak makan dan minum ia membaca basmalah, maka aku tetap lapar dan haus, ketika memakai minyak ia menyebut nama Allah, maka aku tetap kusut, dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang!"

setan gemuk menyahut

"kalau begitu aku beruntung, aku bersama org kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah, pada waktu makan ia menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. ketika minum ia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku wangi, dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya."
begitulah faedah membaca basmalah, bahkan Rasullullah Saw. Bersabda, bahwa rumah yg di bacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam didalamnya.

Karena itu Segala perbuatan itu mulailah dengan membaca"bismillahirrahmanirrahim" agar perbuatan itu penuh berkah, tidak di ganggu setan dan mendapatkan ridho Allah.