Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Setiap jengkal aksara yang bermukim dibaris sajakku
Unknown
Aku membaca pesan dari nada sumbang yang tampak merdu
"Disini tak lagi jadi rumahmu"
Seketika jarum tersuntik dilenganku
Merusak segala komponen nalarku
Aku tak dapat pulang
Rumah yang kutuju telah menutup pintunya
Haruskah aku tinggal dipinggir jalan?
Dikolong jembatan?
Dirumah-rumah kardus?
Di halte bus?
Langkahku mengajakku singgah kerumah Tuhan
Paling tidak pintuNya tak pernah tertutup untukku
Dan dekapanNya selalu hangat
Mengajarkanku bijak untuk menepak jejak kaki kecil ini
Dan aku tak akan lagi mengharap rumahmu
.
.
Pondok Aren, 23 Juli 2016
Unknown
Bukan aku tak tahu
atau pura-pura tak tahu
apa yang akan aku temui dalam penantian ini
ketika aku kembali mencintaimu
sesungguhnya kakiku telah tiba dirumah pesakitan
mengerang diatas prahara cinta yang tak jua berakhir
titik temu dua hati yang ku iba-iba belum merunut abjad takdir
namun hatiku kukuh percaya
walau segalanya tampak tak nyata
kau... tempatku mengunyah sejarah penantian yang panjang
Dan yang pasti... aku selalu berjalan menujumu.
.
.
juni 2016
fnc muslimah
Berikut salah satu puisi karya alm. Ust. Jefri .A yang pernah dibawakan anak uje Adiba Khanza:
Siapakah engkau ya Muhammad..
Begitu dahsyatnya engkau berada di relung hati kami..
Seluruh para penghuni alam ini membicarakan engkau..
Jika bukan karena Engkau ya Muhammad...
Semua kami tidak akan pernah mengenal Robb kami...
Duhai ALLAH...
Maukah Engkau menghadirkan Beliau dalam mimpi kami?...
memandang kesejukan wajahnya dalam pelukan hati...
Mendengar kemerduan suaranya memanggil ENGKAU...
sebentar saja YA ALLOH...
Duhai ALLOH...
Semoga ENgkau Bangkitkan kami dalam barisan...
yang sama bersama Rosul kami...
Ya Habibi Ya Rosululloh...
Dari yang merindukanmu...
fnc muslimah
Pernah ada masa-masa dalam cinta kita
Kita lekat bagai api dan kayu
Bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
Hingga terlambat untuk saling menginsyafi bahwa
Tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu
Pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwwah ini
Kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
Merasa menghias langit, menyuburkan bumi,
dan melukis pelangi
Di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari
Mungkin kita telah terkecualikan dari ikatan diatass iman
Bahkan saling nasehat pun tak lain bagai dua lilin
Saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api
-Salim A. Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwwah-
fnc muslimah
Masih tersisa bau bekas sandaran nafas yang terlelap dipelupuk mata
Masih ada rasa ragu menghimpit pada setiap dugaan kata yang teurai
Sebuah sajak yang terlantunkan pada nada asmara yang syahdu
Terdengar lirih dan lembut menyiksa batin jiwa
Sekiranya cinta tak terbaca oleh hati haruskah ribuan jantung berdetak dengan Tanya
Sekiranya cinta mampu meraba tempatnya sendiri maka ia akan tahu dimana ia akan tinggal
Memori kelam pada masa dalam detik-detik yang curang selalu mencuri dengar
Tapi terpaan ego kian mengamuk menandakan tak khayal impian cita
Jutaan mata menekan Tanya, ada pula yang meramu kisah fiksi bersampul parodi
Mereka tak akan tahu dimana perduli dan empati seharusnya bersandar
Karena mereka hanya jutaan mata yang buta aksara nurani
Ah..polosnya hati tak bisa digurui kembali
Karena jiwa memastikan hidupnya pada ladang hati yang lapang
Pondok Aren, 11 juli 2014
fnc muslimah
aku telah kehilangan kata untuk berlisan
aku juga telah kehilangan hati untuk mengerti
satu melati bertanya kepadaku
"ada apa denganku sebenarnya?"
semula telah kulontarkan
beberapa akasara tentang kegundahanku
tentang mengapa satu persatu melati hidup menjadi asing
dalam ladang bunga yang selalu kupupuki
mungkin aku terlalu lelah untuk menjadi petani bunga
menyirami, memupuki, dan memelihara...
sedang melati -melati itu tertakdir hidup diladang yang berbeda
wahai melati-melati hidupku
hujan dan badai yang menerpa kali ini
menyadarkanku akan satu hal
bahwa semua sudah berbeda tak lagi sama
tenanglah melati-melatiku
tak usah kau khawatirkan aku
tak ada amarah dalam diri
aku hanya ingin menjadi terasing seorang diri
sampai nanti aku dapat memahami
betapa menderitanya ladang yang sepi
fnc muslimah
Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang
yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita
Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang
yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita
Hidup ini memang kadang ganjil sekali,
Ada milyaran orang, tapi kita menambatkan hati
Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja
Hidup ini memang kadang rumit sekali,
Ada banyak hari esok, tapi kita tidak beranjak
Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam
Aduhai, hidup ini memang kadang menyebalkan sekali,
Ada begitu banyak tempat, tapi kita masih di situ-situ saja
Ada begitu banyak pilihan kendaraan, tapi kita tidak segera naik
Masih saja di sana. Menatap kosong kesibukan sekitar.
Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia.
*sumber : tereliye
fnc muslimah
Puisi adalah dirimu yang
membutakan mata..
sesaat sebelum aku ingin menatap pagi yang mengikat hati..
setelah hatiku terikat dengan ribuan hati yang menyerang malam-malamku..
masih terdiam dalam sujudku dan bertanyalah kaki-kaki pikranku..
akankah hatimu berkata-kata sama dengan bibirmu berucap..
akankah pagimu jadi pagiku jika embun itu hanya ada di kakimu
..
tanpa sadar aku menghakimi takdirku dengan pertanyaan..
lalu menghadiahi jalanku dengan jutaan tanda tanya..
bukankah hidupku cukup berwarna tanpa harus banyak berfikir..?
atau mungkin nada-nada itu harus ku nyanyikan meski aku tlah berpasrah..
keraguan menghentak dadaku diam-diam..
disisi lain cinta adalah keyakinan yang tak tertutupi..
dan puisi ini memilih dirimu sebagai setengah dari keraguan untuk menjadi mahkotaku..
lalu memilih keyakinan sebagai jubahku..
dan tangan TUHAN sebagai sesuatu yang menyaksikan pikiranku
yang masih bertanya atas perasaanmu yang sebenarnya…
sesaat sebelum aku ingin menatap pagi yang mengikat hati..
setelah hatiku terikat dengan ribuan hati yang menyerang malam-malamku..
masih terdiam dalam sujudku dan bertanyalah kaki-kaki pikranku..
akankah hatimu berkata-kata sama dengan bibirmu berucap..
akankah pagimu jadi pagiku jika embun itu hanya ada di kakimu
..
tanpa sadar aku menghakimi takdirku dengan pertanyaan..
lalu menghadiahi jalanku dengan jutaan tanda tanya..
bukankah hidupku cukup berwarna tanpa harus banyak berfikir..?
atau mungkin nada-nada itu harus ku nyanyikan meski aku tlah berpasrah..
keraguan menghentak dadaku diam-diam..
disisi lain cinta adalah keyakinan yang tak tertutupi..
dan puisi ini memilih dirimu sebagai setengah dari keraguan untuk menjadi mahkotaku..
lalu memilih keyakinan sebagai jubahku..
dan tangan TUHAN sebagai sesuatu yang menyaksikan pikiranku
yang masih bertanya atas perasaanmu yang sebenarnya…
fnc muslimah
Wahai melati-melati hidupku
kalian telah berubah
tak lagi harum semerbak diindra
tak lagi nampak di wajah nak rupa
tak lagi sama serumpun
tak jua bertaut rasa
wahai melati-melati hidupku
rupanya kita telah tercemar
hingga menjadi buta tuli dan bisu
akan gelap mencabut mati
akar mengering berlapuk nestapa
daun gugur kerontang merana
dan duka maha bertahta
wahai melati-melati hidupku
kini hidup tak lagi sama
dan semua tinggalah kecewa
padaku.....
kalian telah berubah
tak lagi harum semerbak diindra
tak lagi nampak di wajah nak rupa
tak lagi sama serumpun
tak jua bertaut rasa
wahai melati-melati hidupku
rupanya kita telah tercemar
hingga menjadi buta tuli dan bisu
akan gelap mencabut mati
akar mengering berlapuk nestapa
daun gugur kerontang merana
dan duka maha bertahta
wahai melati-melati hidupku
kini hidup tak lagi sama
dan semua tinggalah kecewa
padaku.....
fnc muslimah
Tak
banyak yang dapat kita perbincangkan lagi
Tak
banyak waktu untuk aku bersua denganmu
Ribuan
puisi yang kucipta
Ribuan
sajak yang kulisankan
Itu
adalah titik-titik hati yang kulukis dimataku
Aku
merindukanmu
Sungguh..
Bahkan
jika aku ingin merangkainya sekarang
Aku
akan menyampaikan bahwa
“Sungai
terpanjang setelah nil adalah rinduku”
Cinta
bukan hanya sekedar kata
Dan
cintaku padamu masih ada
Bahkan
ketika dunia berkata
Waktuku
telah habis untuk mencintaimu
Disaat
aku mengingatmu mungkin
Kamu..
sedang tertawa dengan yang lain
Kenapa
aku hanya menginginkanmu?
Kenapa
pula aku hanya memujamu?
Apa
harapan yang telah kupupuk ini terlalu besar?
Terlalu
berangan-angan dan bermimpi
Sedang
terus menerus aku merapal doa
Agar
kamu yang dijodohkan untukku
Aku
tahu, aku sungguh egois
Aku
memerintah tuhan untuk menjadikanmu milikku
Tapi
aku juga tak mengerti kenapa?
Walau
banyak diantara mereka memproklamirkan cinta kepadaku
Tapi
hatiku masih berhenti dikamu
Bagaimana
takdir akan membawaku?
Bagaimana
kisah kita akan berakhir?
Apakah
hanya akan berhenti disini
Dalam
sebuah nama “PERSAHABATAN”
Januari,
2013
fnc muslimah
fnc muslimah
Manusia datang dan datang lagi
Namun semua tidak datang
Hal yang selalu datang dan datang lagi
Adalah hal yang tidak memiliki awalan
Manusia selalu kembali dan kembali lagi
Namun tidak semua kembali
Hal yang selalu kembali dan kembali lagi
adalah hal yang tidak memiliki akhir
fnc muslimah
Siapa aku Ma...
Aku hanya titik kecil
Yang tak terlihat dimata mereka
Siapa aku Ma..
Aku hanya warna kelam
Yang sejenak terang dibalur cahaya
Lalu kembali menghitam
Siapa aku Ma..
Siapaaaaa???
Tangisku pecah kala kuurai isi hatiku, dan badai yang kuterima pagi ini..
Mama tersenyum dan menjawab dengan lembut
Kau adalah anakku yang terbaik, meski dunia tak melihatmu
Tapi kau selalu ada dalam mataku
Kau adalah cahaya kasihku yang berharga
Yang selalu menerangi jalan menuju surganya
Kau adalah sepenggal doa dan amanat dari Allah Azza wajalla
Biar saja sayang.
Biar saja mereka mengabaikanmu dan membuangmu
Akan ada tempat untukmu yang lebih baik dari apa yang ada dimata mereka
Allah tahu yang terbaik sayang..
Dan kau adalah mutiara bagiku..
Juli 2012
fnc muslimah
Tuhanmu maha pemurah
Dialah yang menciptakan kamu dari segumpal tanah
Menyempurnakanmu dengan bentuk sebaik-baiknya
Dia yang memberimu nafas supaya kau hidup
Memberimu makan dan minum setiap hari
Ia pula yang mencukupkan hidupmu dengan rezeki
Lalu mengapa engkau mengeluh?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dialah maha pencipta langit dan bumi
Yang menciptakan bumi tempatmu berpijak
Dan menciptakan langit yang luasnya tak kau ketahui
Ia pula yang menciptakan bulan bintang dan matahari
Sebagai hiasan yang sempurna
Yang mana akan kau ketahui adanya siang dan malam
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia yang menciptakan lautan dan daratan untuk hidupmu
Menciptakan hewan dan tumbuhan untuk mencukupi kesejahteraanmu
Tak ada kenikmatan dunia selain dari-Nya
Lalu mengapa engkau sangat pelit untuk bersyukur?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Pandanglah kelangit malam
Ada berjuta bintang
Jutaan bintang itu berjalan tanpa saling tabrak
Bukankah itu luar biasa?
Bukankah penciptanya luar biasa?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia menyembuhkanmu dari sakit
Ia pula yang menjagamu siang dan malam
Memperhatikanmu, mendengarmu, mengetahui bahwa kau menduakannya
Dan tak mengingatnya
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia maha mengetahui segala isi hati
Mengetahui apa yang kau sembunyikan dari-Nya dan dari dunia
Lalu mengapa kau masih berdusta pada dunia?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia tuhanmu yang mengajarkanmu ilmu melalui kalam-Nya
Lalu mengapa kau sombong akan ilmu yang kau miliki didunia?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia tuhanmu tanpa kau minta selalu menemanimu ketika sepi
Selalu menjagamu ketika kau takut
Selalu setia menunggumu untuk menemui-Nya
Lalu mengapa kau melupakan-Nya?
Enggan menemui-Nya Dalam 5 waktu yang diwajibkan-Nya
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Tuhanmu selalu memberi apa yang kau butuhkan
Ia mendatangkan hujan ketika kering melanda
Ia ciptakan pelangi ketika hujan agar sempurna keindahannya
Ia mendatangkan angin sebagai tanda kuasanya
Semua itu Ia lakukan agar kamu besyukur
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Bahkan daun-daun itu memuji pencipta dengan caranya sendiri
Bahkan pada setiap kepak sayap burung terkandung puji-pujian bagi pencipta
Lalu mengapa engkau lalai untuk memuji tuhanmu melalui zikir?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Tuhanmu penuh rahmat dan cinta
Tapi mengapa engkau menduakan-Nya dengan cinta kepada sesama makhluk melebihi diri-Nya
Sesungguhnya Ia cemburu ketika kau menggantungkan harapan dan cintamu kepada manusia
Lalu mengapa kau tidak menggantungkan segalanya pada-Nya?
Padahal Ialah tempat kembali semua makhluk
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia tuhanmu memberimu mata untuk melihat
Memberimu telinga untuk mendengar
Memberimu mulut untuk berbicara
Semua Ia fungsikan agar kau melihat, mendengar dan berbicara yang baik-baik saja
Lalu mengapa kau malah mengacaukan-Nya dengan melakukan maksiat?
Kau tahu setan telah membelenggumu untuk jauh dari-Nya
Lalu mengapa kau masih saja mengikuti bisikan setan itu jika kau tahu azab tuhanmu?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang beriman
Dan menciptakan neraka untuk tempat bermukim hamba yang ingkar
Lalu apabila tidak ada batas surga dan neraka itu
Apakah kau akan tetap mengingkari tuhanmu?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
(Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kau dustakan)
Tulisan setelah adanya tangisan dalam membaca surat Ar-Rahman
Fnc_muslimah, 13 april 2012, pukul 02.35
Dialah yang menciptakan kamu dari segumpal tanah
Menyempurnakanmu dengan bentuk sebaik-baiknya
Dia yang memberimu nafas supaya kau hidup
Memberimu makan dan minum setiap hari
Ia pula yang mencukupkan hidupmu dengan rezeki
Lalu mengapa engkau mengeluh?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dialah maha pencipta langit dan bumi
Yang menciptakan bumi tempatmu berpijak
Dan menciptakan langit yang luasnya tak kau ketahui
Ia pula yang menciptakan bulan bintang dan matahari
Sebagai hiasan yang sempurna
Yang mana akan kau ketahui adanya siang dan malam
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia yang menciptakan lautan dan daratan untuk hidupmu
Menciptakan hewan dan tumbuhan untuk mencukupi kesejahteraanmu
Tak ada kenikmatan dunia selain dari-Nya
Lalu mengapa engkau sangat pelit untuk bersyukur?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Pandanglah kelangit malam
Ada berjuta bintang
Jutaan bintang itu berjalan tanpa saling tabrak
Bukankah itu luar biasa?
Bukankah penciptanya luar biasa?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia menyembuhkanmu dari sakit
Ia pula yang menjagamu siang dan malam
Memperhatikanmu, mendengarmu, mengetahui bahwa kau menduakannya
Dan tak mengingatnya
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia maha mengetahui segala isi hati
Mengetahui apa yang kau sembunyikan dari-Nya dan dari dunia
Lalu mengapa kau masih berdusta pada dunia?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia tuhanmu yang mengajarkanmu ilmu melalui kalam-Nya
Lalu mengapa kau sombong akan ilmu yang kau miliki didunia?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia tuhanmu tanpa kau minta selalu menemanimu ketika sepi
Selalu menjagamu ketika kau takut
Selalu setia menunggumu untuk menemui-Nya
Lalu mengapa kau melupakan-Nya?
Enggan menemui-Nya Dalam 5 waktu yang diwajibkan-Nya
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Tuhanmu selalu memberi apa yang kau butuhkan
Ia mendatangkan hujan ketika kering melanda
Ia ciptakan pelangi ketika hujan agar sempurna keindahannya
Ia mendatangkan angin sebagai tanda kuasanya
Semua itu Ia lakukan agar kamu besyukur
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Bahkan daun-daun itu memuji pencipta dengan caranya sendiri
Bahkan pada setiap kepak sayap burung terkandung puji-pujian bagi pencipta
Lalu mengapa engkau lalai untuk memuji tuhanmu melalui zikir?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Tuhanmu penuh rahmat dan cinta
Tapi mengapa engkau menduakan-Nya dengan cinta kepada sesama makhluk melebihi diri-Nya
Sesungguhnya Ia cemburu ketika kau menggantungkan harapan dan cintamu kepada manusia
Lalu mengapa kau tidak menggantungkan segalanya pada-Nya?
Padahal Ialah tempat kembali semua makhluk
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia tuhanmu memberimu mata untuk melihat
Memberimu telinga untuk mendengar
Memberimu mulut untuk berbicara
Semua Ia fungsikan agar kau melihat, mendengar dan berbicara yang baik-baik saja
Lalu mengapa kau malah mengacaukan-Nya dengan melakukan maksiat?
Kau tahu setan telah membelenggumu untuk jauh dari-Nya
Lalu mengapa kau masih saja mengikuti bisikan setan itu jika kau tahu azab tuhanmu?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
Dia menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang beriman
Dan menciptakan neraka untuk tempat bermukim hamba yang ingkar
Lalu apabila tidak ada batas surga dan neraka itu
Apakah kau akan tetap mengingkari tuhanmu?
Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibann
(Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kau dustakan)
Tulisan setelah adanya tangisan dalam membaca surat Ar-Rahman
Fnc_muslimah, 13 april 2012, pukul 02.35
fnc muslimah
Sayu mata memandang mega yang terpapar luas
Diam menerawang menembus setiap realita
Satu demi satu kenangan masa lalu kembali menyusup dalam ruang pikiran..
Kulihat pagi, saat aku tak mampu berdiri..
Kulihat siang, saat aku hanya mampu memicing pada mentari..
Kulihat senja, saat aku hanya lesu melihat hewan-hewan kembali ke peraduan..
Kulihat malam, saat aku mengirikan bulan dan bintang memamerkan indahnya pada alam..
Kulihat... diri yang begitu nista..
lumpur khilaf dan nafsu melumuri raga yang berdiri tanpa kuasa..
Dan kulihat.. saat diri yang jatuh dalam kubangan dosa itu tertiup rahmatNYA,
sebuah tiupan lembut yang mengguncang jiwa..
DIA yang begitu sempurna, DIA yang menggerakkan awan yang menurunkan curahan rahmatNYA..
DIA basahi lumpur kehinaan itu dengan air yang suci..
DIA yang memanggil dengan lembut, mengajakku berdiri tegak, melawan terik mentari dan berjuang lalu kembali seperti hewan-hewan yang telah kenyang ke peraduannya..
Dengan begitu, DIA menjadikanku begitu indah sehingga bulan dan bintang mengirikanku..
Kembali ku tatap mega yang luas terpapar indah..
Menyadarkanku akan realita yang masih berjalan,
waktu demi waktu terus berganti mendekatkan diri pada sang adzal..
Kembali pada saatnya bertemu denganNYA..
Bertemu dengan Sang Pemilik Mega nan Benderang
Diam menerawang menembus setiap realita
Satu demi satu kenangan masa lalu kembali menyusup dalam ruang pikiran..
Kulihat pagi, saat aku tak mampu berdiri..
Kulihat siang, saat aku hanya mampu memicing pada mentari..
Kulihat senja, saat aku hanya lesu melihat hewan-hewan kembali ke peraduan..
Kulihat malam, saat aku mengirikan bulan dan bintang memamerkan indahnya pada alam..
Kulihat... diri yang begitu nista..
lumpur khilaf dan nafsu melumuri raga yang berdiri tanpa kuasa..
Dan kulihat.. saat diri yang jatuh dalam kubangan dosa itu tertiup rahmatNYA,
sebuah tiupan lembut yang mengguncang jiwa..
DIA yang begitu sempurna, DIA yang menggerakkan awan yang menurunkan curahan rahmatNYA..
DIA basahi lumpur kehinaan itu dengan air yang suci..
DIA yang memanggil dengan lembut, mengajakku berdiri tegak, melawan terik mentari dan berjuang lalu kembali seperti hewan-hewan yang telah kenyang ke peraduannya..
Dengan begitu, DIA menjadikanku begitu indah sehingga bulan dan bintang mengirikanku..
Kembali ku tatap mega yang luas terpapar indah..
Menyadarkanku akan realita yang masih berjalan,
waktu demi waktu terus berganti mendekatkan diri pada sang adzal..
Kembali pada saatnya bertemu denganNYA..
Bertemu dengan Sang Pemilik Mega nan Benderang
fnc muslimah
Ya Allah…
Ku terjatuh dan uluran rahmat-Mu menopang
Ku terjungkal dan kasih-Mu kan segera datang
Ku terkubur dalam kubangan dosa dan celah taubat-Mu terbentang
Ya Allah…
Dosaku seluas lautan
Dan ampun-Mu tak bertepi sejauh mata memandang
Salahku bertumpuk hingga bumi enggan menopang
Namun sayang-Mu selalu menjadi harapan
Khilafku tiap detak jantung mengalir
Namun ampun-Mu selalu hadir sekilat kecepatan cahaya menyambar
Ya Allah…
Tetasan buliran bening mengalir deras tak tersekat
Rintihan suara tangis lepas tak tertahan
Hambu-Mu kini meratap
Merayap menggapai pintau Taubat
Ya…Rabb, ighfirlana watub 'alaina Amin.
Ku terjatuh dan uluran rahmat-Mu menopang
Ku terjungkal dan kasih-Mu kan segera datang
Ku terkubur dalam kubangan dosa dan celah taubat-Mu terbentang
Ya Allah…
Dosaku seluas lautan
Dan ampun-Mu tak bertepi sejauh mata memandang
Salahku bertumpuk hingga bumi enggan menopang
Namun sayang-Mu selalu menjadi harapan
Khilafku tiap detak jantung mengalir
Namun ampun-Mu selalu hadir sekilat kecepatan cahaya menyambar
Ya Allah…
Tetasan buliran bening mengalir deras tak tersekat
Rintihan suara tangis lepas tak tertahan
Hambu-Mu kini meratap
Merayap menggapai pintau Taubat
Ya…Rabb, ighfirlana watub 'alaina Amin.
fnc muslimah
Anakku...
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...
Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004
fnc muslimah
Maha Besar ALLAH dengan segala ciptaanNYA, semoga pagi ini ada yang mengatakan padaku: “Gadis..., ada pelangi di matamu “. Aih aih....;)
Pandangmu menerawang nun jauh disana
Menatap hampa…
Sunyi menyelimuti hati..
terdiam termangu..
Diberanda rumah terdiam memandang pelangi.
Hhhh….
Seolah dirimu berkata dalam hati..
Pelangi andai kau bisa menyeberangkan aku dengan cahayamu menuju ke taman – taman surga..
Ingin ku kesana menikmati surga firdaus
Menemuui kekasih yang telah lama ku rindu..
Aku disini dengan hati berkarat menanti perjumpaanku dengan-Nya..
Andai kau bisa pelangiku..
Menjadi jembatan pertemuanku dengan-Nya..
Masih kurasa cahaya-Nya menghangatkan tubuh ku melalui mentari
Masih kurasa indah pelangi-Nya yang membiusku ke alam lain terpesona keindahannya..
Sampaikan pada-Nya pelangiku salam rinduku..
Rindu yang seolah aku enggan hidup lama dibumi ini..
Hmm..
Aku hanya bisa memandangmu gadis…
Merasakan rindumu akan kekasih-Mu..
Kebahagiaan jiwa – jiwa yang rindu perjumpaan dengan-Nya
Andai aku bisa merasa sejumput dari rasa yang kau rasakan gadis..
Aku akan menukar dengan umur dari nyawaku..
Rasa yang hilang terbuai oleh kenikmatan nafsu
fnc muslimah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
==================================
Teruntuk bidadariku yg masih misteri dan masih tersimpan begitu indah di dalam penjagaan-Nya hingga indah pada waktunya.
Duhai bintangku…..
Aku ingin mencintaimu dengan sangat sederhana
Sederhana dalam sikap sederhana dalam tutur kata
Tak perlulah kau berdusta dalam bersikap
Tak perlulah kau berpura2 mencintaiku bila kau memang tak cinta
Tak perlulah kau berpura2 menyayangiku bila kau memang tak sayang
Tunjukkan bahwa kau memang pantas mendampingi hidupku
Tunjukkan bahwa kau memang permaisuriku seperti orang bilang
Tunjukkan bahwa kau mau berubah seperti yg aku dan Tuhan mau
Tunjukkan bahwa kau memang separuh nafasku
Yang selalu menghantuiku dulu di setiap malam-malamku
Tunjukkan bahwa kau memang bidadari surgawi
Yang tercipta untuk menemani sisa umurku
Bukan bidadari dalam dongeng sebelum tidur
Atau bidadari-bidadari dalam film atau opera van java
Ataupun bidadari di kesunyian miliknya lagu Ahmad dani
Dan akupun tak ingin kau menjadi selir hatiku
Yang harus berpura2 bahagia sangat di depan orang tua kita masing2
Karena cinta yg palsu atau cinta yg bertepuk sebelah tangan
Duhai separuh hidupku….
Aku ingin mencintaimu dengan kelembutan & kedamaian
Selembut sutera selembut awan
Sedamai - damainya dua angsa yg hidup bahagia di tepi danau toba
Bukan dengan kekerasan yg hanya akan melahirkan air mata
Atau dengan pukulan atau tamparan yg membuat Tuhan marah padaku
Jujur aku tak bisa memberikanmu intan permata yg di sukai kebanyakan wanita
Atau emas permata juga uang yg banyak yg hanya akan membuatmu semakin lupa daratan
Lagi pula semua itu tidak menjamin membuat hidupmu bahagia
Malahan hanya akan membuatmu tambah sengsara & menderita saja
Jikalau nafsu yg menguasai & memboncengi angkuhnya hatimu
Karena sesungguhnya kebahagiaan hakikii itu letaknya di hati bukan di materi
Tapi InsyaAllah aku bisa memberikanmu kebahagiaan yg belum pernah kau rasakan dalam sejarah hidupmu
Kebahagiaan yg membuatmu benar2 bisa menjadi seorang wanita yg sesungguhnya
Kebahagiaan yg bisa membuatmu merasa tenang, aman dan tentram di sampingku
Dan InsyaAllah kebahgiaan ini akan abadi sampai kita di pertemukan kembali nanti di akherat kelak dgn ridho-Nya
Asalkan kau mau menjadi istri sekaligus ibu yg baik
Duhai separuh Dienku….
Aku ingin mencintaimu dengan kejujuran
Bukan dengan keterpaksaan atau kepura-puraan
Yang hanya akan melahirkan peperangan kecil & peperangan besar
Dengan di selimuti warna warni tangisan sedih dan sejuta amarah yg tiada guna
Aku ingin kau mencintaiku seperti aku mencintaimu
Aku ingin kau menyayangiku seperti aku menyayangimu
Dan aku ingin kau merindukankku seperti aku merindukanmu
Duhai jantung hatiku……
Aku butuh kejujuranmu di setiap ada masalah
Agar aku bisa menyempurnakan tanggung jawabku sebagai imam nanti
Aku butuh teguranmu di setiap langkah kakiku
Agar aku bisa meluruskan apa yg salah dalam diriku
Aku butuh senyuman manismu bukan senyuman palsumu
Senyuman manis yg membuat aku rindu utk segera pulang ke rumah
Bukan senyuman palsu yg membuat aku mati rasa & tak betah di rumah
Aku butuh canda tawamu di setiap akhir lelah kerjaku
Agar kejenuhan kerjaku terobati dan terlupakan walau sesaat
Aku butuh dukungan dan semangat dari lubuk hatimu
Ketika aku mulai kehilangan arah & tujuan
Aku butuh rasa percayamu bukan rasa curigamu
Ketika aku pulang terlambat
Dan aku butuh senyuman terbaik dan ikhlasmu
Jika suatu saat penghasilanku tak mencukupi kebutuhan satu bulan
Duhai belahan hatiku…..
Ajari aku cara mencintaimu dengan setulus hati
Ajari aku cara menyayangimu dengan sepenuh jiwa
Ajari aku menjadi seorang imam yg baik dalam keluarga
Ajari aku menjadi seorang suami yg baik untukmu
Ajari aku menjadi seorang ayah yg baik bagi anak2 kita nanti
Ajari aku cara berbakti kepada orang tuaku dan orang tuamu
Dan ajari aku juga cara memasak masakan yg enak seperti masakanmu
Agar aku bisa memasak masakan untukmu ketika suatu saat kau sakit
Atau ketika suatu saat kau tak ada di rumah atau kau sedang lelah karna mengandung……..
Dan ingatlah bila suatu saat aku mati
Tak perlulah kau ikut-ikutan mati untukku
Dan tak perlulah kau terlalu bersedih yg berlebihan
Masih ada Tuhan yg akan selalu setia menemanimu sampai kau tertidur lelap
Karena Dia yg maha kekal yg tak akan pernah mati dan berkesudahan
Dan Dia jugalah yg menciptakan langit & bumi beserta isinya termasuk aku dan kamu
Jangan menangis rembulanku……
Aku selalu di sini ada setia menunggumu hingga tuhan mempertemukan kita berdua di tempat dan waktu yg tepat
Jangan bersedih mentariku……
Hidup ini sudah berpasang-pasangan….tetaplah semangat dalam menjalani hari-harimu tanpa aku di sisimu
Jangan gundah pelangiku….
Tetaplah berdo’a dan berprasangka baik kepada-Nya
Walau godaan & rayuan selalu menerpaku
Walau godaan & rayuan datang silih berganti menghampiriku
Aku akan selalu setia menantikan kehadiranmu
Jangan kecewa dan berputus asa melatiku…..
Tuhan tak akan mengecewakan hamba-Nya yg bersungguh-sungguh kepada-Nya
Tetaplah berikhtiar dan berdo’a selalu dalam penantianmu
Untukku,untukmu…untuk masa depan kita berdua
Dan jangan nakal cintaku…..
Karena setiap perbuatan pasti ada balasannya
Baik kecil maupun besar..baik yg dilakukan terang-terangan atau yg sembunyi-sembunyi
Mungkin saat-saat paling bahagia dalam hidupku nanti adalah
Ketika akhirnya aku menemukanmu
Dan kau ada di sampingku setia menemani hari2ku baik suka maupun duka
Semakin sabar kau menjalani hidup bersamaku
Semakin besar pula rasa cintaku padamu
Semakin tabah dan rajin engkau dalam menjalani hidup bersamaku
Semakin bertambah pula sayangku padamu di setiap detik yg berlalu
Cinta ini tak akan pernah habis untukmu duhai bintangku
Walau bulan terbelah menjadi tujuh sekalipun
Rindu ini tak akan pernah musnah untukmu duhai rembulanku
Walau bumi hancur berkeping-keping
Sayang ini tak akan pernah mati duhai bintangku
Selama kau taat & patuh padaku karena Allah
Dan hati ini tak akan berpindah ke lain hati duhai bintangku
Selama kau setia dan tetap menjadi istiri yg baik….
Bungaku….
Terkadang cinta tak harus di ungkapkan
Tapi bisa di rasakan keberadaanya
Dan terkadang cinta pun tak harus di cari
Karena ia akan menghampirimu dgn sepenuh hati
Dan sebaik-baik cinta adalah cinta pada Allah
Di jamin 100 % hidup kita akan bahagia sangat
Karena Dia tidak akan pernah mengecewakan & berhenti mencintai kita
Walau kita sering mengecewakan dan melupakan-Nya
Duhai cahaya hatiku...
Aku tahu kau merindukan kehadiranku
Seperti halnya diriku di sini merindukan kehadiranmu
Ku mohon bersabarlah
Karena orang sabar di sayang tuhan
Duhai cahaya mataku.....
Aku tahu kau pernah memimpikan wujudku
Seperti halnya diriku disini pernah memimpikan wujudmu
Basuhlah cantik wajahmu dan mendekatlah pada-Nya
Agar kerinduanmu terobati karena kasih sayang-Nya
Duhai embun pagiku.....
Aku tahu kau pernah merasakan kegelisahan mengguncang hatimu
Seperti halnya aku pernah merasakannya di sini
Oleh karenanya tersenyumlah biar harimu penuh warna & makna
Duhai pelangiku.....
Pernahkah sekotak rasa membuatmu tak bisa memejamkan mata
Hiburlah diri dgn menyanyikan lagu kesukaanmu
Atau menangislah di malam yg indah
Biar beban hidupmu mengalir wajar apa adanya
Mengalir bagaikan aliran sungai nil
Duhai awan putihku.....
Pernahkah rasa gundah gulana menghalau keyakinanmu
Atas ujian dan cobaan yg menimpamu
Menarilah dgn sabar dan bersyukurlah di setiap waktu
Karena tuhan tidak akan pernah memberikan ujian & cobaan
Di luar kemampuan kita….percayalah….
Duhai angin malam tolong sampaikan padanya
Bahwa penantian & air matanya tidak akan pernah sia-sia
Karena Tuhan selalu bersamanya disaat tidur dan mimpinya
Dan menghibur dirinya dgn berbagai cara yg indah
Dan Dia tidak akan pernah mengecewakan apalagi meninggalkannya
Duhai burung kenari yg manis
Katakan kepadanya bahwa aku tak bisa memberinya sekantong bintang
Aku juga tak bisa memberikannya mobil mewah atau rumah yg megah
Namun aku hanya mampu memberinya kebahagiaan & ketenangan hati
Duhai rintik2 hujan di bulan desember
Tolong bisikkan pada telinganya
Agar ia senantiasa selalu menjaga aurat dan kemaluannya
Karena itu adalah perintah agama yg tlah di sempurnakan-Nya
Lagi pula tidak akan pernah mengurangi kecantikannya
Justru malah akan menambah cantik dan anggun wajahnya
Duhai Rembulan malam
Tolong bisikkan pada hatinya bahwa aku juga kangen padanya
Sebagaimana dia kangen kepadaku
Mungkin juga dia lebih kangen dariku
Karena wanita biasanya lebih pandai menyembunyikan perasaannya
Dan semalam pun kunang-kunang bilang padaku
Kau pernah bersedih karena pangeran belum juga menampakkan batang hidungnya
Hmmmm….Ternyata benar apa yg tertulis di awan putih
Bahwa hidup berdua itu jauh lebih indah dari pada hidup sendirian
Duhai merpati yg berseri-seri
Tolong sampaikan juga kepadanya
Kalau sedang dandan jangan terlalu berlebihan
Yang proporsional sajalah
Dan sampaikan pula kepadanya
Kalau mandi jangan lama-lama
Terkadang aku juga heran sendiri
Kenapa wanita kalau mandi suka lama ya....... ;))
Cinta....
aku tak butuh anggun lipstikmu
Yang kubutuhkan adalah kejujuran hatimu
Aku tak butuh janji-janji manismu
Yang ku butuhkan adalah kesetiaanmu
Di kala aku jauh tak disampingmu
Atau kau marah dan bersedih hati
Ketika pd suatu waktu penghasilanku
Tak bisa memenuhi semua inginmu
Cinta.....
Aku tak butuh senyum manismu
Yang kubuhkan adalah syukurmu pada Ilahi
Atas nikmat yg telah di anugerahkannya pada kita
Dikala kita bersama menjalani pahit & manisnya hidup
Cinta.....
Aku tak butuh cantik wajahmu
Yang ku butuhkan adalah cantik akhlakmu
Aku tak butuh cinta matimu
Karena cinta mati hanya ada dalam kisah sinetron
Namun yang ku butuhkan adalah cinta putihmu
Cinta.....
Aku tak mau dengar dusta masa lalumu
Yang hanya akan membuat ku menangis
Seperti bayi kecil yg di tinggal ibunya
Yang aku inginkan adalah jujur masa lalumu padaku
Sebagai cermin bagiku jika suatu saat nanti
Kau berubah menjadi seperti yg tak kukenal
Dan cinta.....
Aku ingin masakan buatan tanganmu sendiri
Walau nanti keasinan atau mungkin juga kurang asin
Itu lebih aku hargai dan membuat ku semakin sayang padamu
Dari pada masakanmu enak & gurih namun hasil karya orang lain
Cinta.....
Janganlah kau mempertanyakan besarnya cintaku padamu nanti
Karena yg pasti cintaku ini sebesar dunia yg fana ini dan sebanyak bintang di langit
Namun pertanyakanlah seberapa besarkah pengorbananmu untukku
Hingga engkau pantas aku banggakan di depan keluargamu dan keluargaku
Dan juga teman2ku serta cicak di dinding kamarmu yg selalu tersenyum ketika kau narsis di depan cermin
Cinta.....
Jangan kau mempertanyakan tingginya sayangku padamu nanti
Karena yg pasti sayangku ini setinggi bintang di langit
Yang kau takkan pernah sanggup untuk mengukurnya
Namun lihatlah kesetiaanku padamu juga canda tawaku
Yang selalu membuat kau rindu pdku di setiap malam2mu
Cinta.....
Jika suatu hari nanti aku mendiamkanmu
Jangan kau mempertanyakan diamnya aku kenapa
Karena diamnya aku di kala itu merupakan salah satu bentuk kasih sayangku padamu
Mengapa......................???
Karena ku tak mau marah kepadamu ketika kau berbuat salah
Namun kau merasa tak berbuat salah malah merasa benar sendiri
Lagi pula marah itu dosa......
Oleh karena itu minta maaflah padaku
Karena pintu maafku untukmu akan selalu terbuka untukmu,
Selama bumi dan mentari mau berteman dgn baik
Cinta.....
Jangan kau robek hatiku dgn cerita indah mantan2mu
Yang hanya akan membuat luka dalam & sedih di hatiku
Dalam menjalani kehidupan bersamamu nanti
Cukuplah hanya engkau dan tuhan yang tahu di episode itu
Dan jangan kau bakar hatiku dan kau tikam jantungku
Dengan hadiah2 pemberian mantan2mu dulu
Yang masih tersimpan dgn rapi di lemari kesayanganmu
Aku ingin kau menyerahkannya padaku jika kau cinta aku
Aku ingin kau mengikhlaskannya jika kau memang sayang kepadaku
Biarlah aku berikan kepada orang lain yg lebih membutuhkannya
Sungguh itu jauh lebih aku sukai daripada kau menyimpannya terus menerus
Apalagi sampai kau hadiahkan lagi kepada anak2 kita nanti
Itu sama saja dengan menikam jantungku dari belakang
Bukankah yg membuat cocok itu adalah jodoh
Oleh karena itu taatilah aku sebagai suamimu nanti
Selama tak bertentangan dengan agama
Dan tegurlah aku bila aku salah baik dalam kata atau perbuatan
Agar aku bisa menjadi pangeran yg engkau mau
Dan bungaku…..
Bila akhirnya suatu hari nanti aku menemukanmu
Di tempat dan waktu yg telah di rencanakan-Nya
Dan jika benar-benar engkau memang adalah tulang rusukku
Maukah kau hidup bersamaku baik dlam suka maupun duka
Dan menerima apa adanya diriku
Termasuk kekurangan yg ada pada diriku…….?
Duhai cinta....
Siapapun dirimu,Dari manapun asalmu
Bagaimanapun rupa fisikmu
Dan bagaimanapun keadaanmu
Serta anak siapapun dirimu
Jika memang benar kau adalah bidadariku
JIka memang benar kau adalah jodohku
Jika memang benar kau adalah separuh agamaku
Aku akan mencintai & menyayangimu karena Allah
Dan dengarlah cinta…..
Sungguh aku………………………………………………..
Tak perduli latar belakangmu
Tak perduli masa lalumu
Tak perduli warna kulitmu
Tak perduli berat badanmu
Tak perduli makanan kesukaanmu
Tak perduli warna favoritmu
Tak perduli film kesukaanmu
Tak perduli musik kesukaanmu
Tak perduli pendidikan terakhirmu
Tak perduli nilai merah di STTB mu
Dan aku tak perduli jumlah jerawat yg menghiasi wajahmu
Jika benar engkau memang adalah taqdirku
Jika benar engkau memang adalah separuh agamaku
Dan jika benar kau memang adalah tulang rusukku
Aku akan mencintai & menyayangimu karena Allah
Dengan sepenuh hati & setulus jiwa
Duhai Rabb……
Ampunilah segala dosa-dosa kami
Baik yg dilakukan secara sadar atau tidak sadar
Baik yg dilakukan terang-terang atau sembunyi2
Tuntun selalu kami semua ke jalan lurus-Mu
Dan berilah kami pasangan hidup yg terbaik dunia akherat menurut-Mu…
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang taqwa.
Barakallahu Fiikum, Semoga Bermanfaat
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354







