Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
fnc muslimah
Sejenak membaca catatan Salim A. Fillah tentang Rasullullah membuat lidah saya kelu, tubuhpun seketika bergetar mengingat tentang kekasih Allah itu, seorang yang mengenalkan kita kepada islam, seorang yang mengenalkan kita kepada pencipta kita, ya... semua tentangnya... tentang rasul kita...

Karena tentangmu Ya RasulaLlah, ialah sebaik-baik kisah, seindah-indah cermin, semulia-mulia jalan, semurni-murni teladan.
Karena pada dirimu Ya RasulaLlah; sebening-bening hati, sejernih-jernih jiwa, sedalam-dalam ilmu, setepat-tepat fahaman.
Karena pada tindakmu Ya RasulaLlah; seikhlas-ikhlas niat, seihsan-ihsan amal, seteguh-teguh prinsip, sejelas-jelas ikatan.
Karena di tiap langkahmu Ya RasulaLlah; seagung agung akhlaq, seluhur-luhur budi, segenap-genap syukur, seutuh-utuh sabar.
Karena pada senarai hela nafasmu Ya RasulaLlah; ada sederu-deru dzikir, sesyahdu-syahdu khusyu’, setunduk-tunduk tawadhu’.
Karena detak jantungmu Ya RasulaLlah; segigih-gigih upaya, sesuci-suci doa, sepasrah-pasrah tawakkal, sebenar-benar taqwa.
Karena denyut nadimu Ya RasulaLlah; seberkah-berkah nafkah, setumpah-tumpah sedekah, setebar da’wah, senyata-nyata jihad.
Karena di deras darahmu Ya RasulaLlah; seruah-ruah perhatian, sedahsyat-dahsyat pengorbanan, sesejuk-sejuk kasih sayang.
Karena ucapanmu Ya RasulaLlah; sefasih-fasih kata, sedalam-dalam makna, sekokoh-kokoh hujjah, setampak-tampak pembuktian.
Karena pribadimulah Ya RasulaLlah; semesra-mesra suami, segagah-gagah ayah, semantap-mantap kakek, seakrab-akrab sahabat.
Karena engkaulah Ya RasulaLlah; setaat-taat hamba, serajin-rajin guru, seberani-berani panglima, sepuncak-puncak pemimpin.
Karena tapak hayatmu Ya RasulaLlah; sejelita-jelita hidup, selurus-lurus titian, seberat-berat liku, sewujud-wujud cinta.
Karena dalam sakarat Ya RasulaLlah, kau tegaskan cinta tuk kami; moga kau sambut di telaga, moga kau wasilahi syafa’atNya.Inilah kami ummatmu; sejenak duduk menyimak sahajamu, mendaras teladanmu, mengkaji sunnahmu, mengittiba’ pengabdianmu.  #Isra'mikraj


fnc muslimah

Terbayang dalam imajinasi saya, bagaimana kata-kata itu terbata-bata keluar dari lisan Rasulullah, dalam rasa takut yang mencekam, dan dada yang sesak, merinding, juga dengan keringat yang menderas, serta wajah yang pucat pasi. Jawaban itu diungkapkan Rasulullah ketika Jibril menemuinya di Gua Hira’ dan berkata kepadanya, “IQRA’! Bacalah!”

“Ma anaa bi qari (aku tak bisa membaca)”

Untuk kedua kalinya Rasulullah memberikan jawaban. Namun Jibril terus mendesak dan memaksa. Didekapnya Rasulullah hingga Rasulullah nyaris kehilangan nafas. “IQRA! Bacalah!”

“Ma anaa bi qari (aku tak bisa membaca)” jawaban Rasulullah tak berubah.

Hingga untuk yang ketiga kali, Jibril kemudian membimbingnya…

"Iqra' bismi rabbikalladzii khalaq. Khalaqal insaana min'alaq. Iqra' warabbukal akram. Alladzii 'allama bil qalam. 'Allamal insaana maa lam ya'lam. 'Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya…” (Al Alaq 1-5)

Sahabat,

Menyimak episode turunnya wahyu Al Qur’an yang pertama itu, semoga kita teringatkan pada satu kata yang seharusnya menggugah dan menggerakkan kita untuk segera beramal. Dan satu kata itu adalah “IQRA! Bacalah!”. Ya. Inilah satu kata yang menjadi wahyu pertama Allah pada Rasulullah. Inilah satu kata yang telah mengubah wajah dunia. “IQRA! Bacalah!”

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur’an maka ia akan memperoleh satu kebaikan. Setiap kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf” (HR. Tirmidzi)

Sahabat,

Ribuan huruf menunggu, untuk kita eja. Setiap satu huruf akan memperoleh satu kebaikan, dan setiap kebaikan dibalas 10 kali lipat. Dari lafaz basmalah saja, ada 19 huruf akan tereja. Itu berarti ada 190 kebaikan pahala akan kita dapatkan insya Allah. Lalu bagaimana dengan ayat-ayat yang lain? Dalam satu juz Al Qur’an, akan kita temukan sekitar 10 ribu huruf. Bahkan mungkin lebih. Bayangkan! Berapa pahala kebaikan akan kita lewatkan jika kita lalai dari membacanya? Sedangkan kita tahu, Rasulullah telah berpesan, khatamkanlah al Qur’an dalam 30 hari. Itu berarti, dalam sehari paling tidak kita seharusnya membaca satu juz dari Al Qur’an. Maka sesungguhnya, 10 ribu huruf menunggu untuk kita baca setiap harinya. Ribuan huruf menunggu untuk kita eja. Dan ingatlah, di setiap huruf tersimpan 10 kebaikan pahala. Akankah kita menyia-nyiakannya?

“Alif Laam Raa. (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti..” (QS. Hud 1)

Sahabat,

Ribuan huruf menunggu, untuk kita rangkai. Dari huruf-huruf yang terangkai, akan terbaca kalimat-kalimat petunjuk dari Allah, akan terbaca kalimat-kalimat yang terang, kalimat-kalimat yang bercahaya, kalimat-kalimat yang menuntun manusia dari gelap menuju cahaya, kalimat-kalimat yang menerangi hati dalam dada. Tidakkah kita percaya?

“Dia lah yang menurunkan kepada hamba-hambaNya ayat-ayat yang terang (Al Qur’an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya…” (Al Hadiid 9)

Sahabat,

Ribuan huruf menunggu, untuk kita senandungkan. Diantara ribuan senandung, saya percaya sahabat semua sepakat, senandung ayat Qur’an adalah senandung yang paling menentramkan, dan paling memberikan ketenangan. Maka senandungkan dengan khusyu’ perlahan. Sebagaimana senandung sahabat Ibnu Mas’ud ra, yang mampu membuat air mata Rasulullah menitik...

Ibnu Mas’ud ra bertutur,

"Rasulullah berkata kepadaku: `Hai Ibnu Mas'ud, bacakanlah Al Qur'an untukku!` Lalu aku menjawab: `Apakah aku pula yang membacakan Al Qur'an untukmu, ya Rasulullah, padahal Al Qur'an itu diturunkan Rabb kepadamu?` Rasulullah menjawab: `Aku senang mendengarkan bacaan Al Qur'an itu dari orang lain.` Kemudian Ibnu Mas'ud membacakan beberapa ayat dari surat An Nisaa'. Maka tatkala bacaan Ibnu Mas'ud sampai kepada ayat 41 yang artinya:

"Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul dan nabi) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu);"

sedang ayat itu sangat mengharukan hati Rasulullah, lalu beliau berkata: `Cukuplah sekian saja, ya Ibnu Mas'ud!` Ibnu Mas'ud melihat Rasulullah meneteskan air matanya serta menundukkan kepalanya (HR. Bukhari)

Sahabat,

Jika kita mengaku mencintai Allah, dan jika kita mengaku mencintai Rasulullah, cukuplah itu menjadi alasan bagi kita untuk mencintai Al Qur’an. Dan salah satu tanda cinta itu, adalah dengan senantiasa membacanya. Bacalah surat cintaNya, dan bacalah warisan peninggalan Rasulullah tercinta. Akankah kita biarkan ribuan huruf itu terus menunggu, selamanya hening membisu, diam tak bicara di sudut meja? Belumkah datang saatnya bagi kita untuk tunduk menekuri huruf-huruf dari kalam yang suci?

“Belum kah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk menundukkan hati mereka mengingat Allah dan (tunduk) kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah diturunkan Al Kitab, kemudian berlalu lah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. al-Hadid : 16)

Sahabat,

Ribuan huruf menunggu, untuk kita eja. Maka ejalah dengan gembira. Sungguh di setiap hurufnya tersimpan sepuluh kebaikan pahala…

Ribuan huruf menunggu, untuk kita rangkai. Maka rangkailah menjadi kalimat-kalimat bercahaya penerang hati dalam dada…

Ribuan huruf menunggu, untuk kita senandungkan. Maka senandungkan dengan khusyu’ perlahan, dalam lantunan ayat suci nan menentramkan…

Ribuan huruf menunggu, sampai kapan kita membiarkan mereka menunggu? Adakah kita masih memiliki cukup waktu?



Wallahu a’lam


fnc muslimah


Kita mungkin berkata kita percaya dg segala ketetapanNya, tetapi apabila datang dugaan-dugaan tertentu, ada yang akan coba bertindak seolah-olah tidak dapat menerima ketentuan Allah Subhanahu wa ta'aala. Firman-Nya di dalam surah Hud ayat 9,

“Dan demi sesungguhnya! Jika Kami rasakan manusia sesuatu pemberian rahmat dari Kami kemudian Kami tari
k balik pemberian itu daripadanya, mendapati dia amat berputus asa, lagi amat tidak bersyukur.”

Orang yang berusaha dengan niat untuk beramal akan “berasa lain” sekiranya mereka gagal mencapai matlamat. Mereka akan sentiasa berasa tenang walaupun didatangi kesusahan atau kesenangan. Mereka terdiri daripada golongan yang bahagia di dunia dan sedang menanti kebahagiaan di akhirat. Tiada satu perkara yang berlaku pada diri mereka yang dapat menggugat ketenangan itu.

Sebaliknya, mereka yang berusaha untuk kebahagiaan dunia mungkin akan merasa bahagia apabila matlamat tercapai. Namun sekiranya gagal, mereka akan berasa amat dukacita. Sekiranya mereka kehilangan sesuatu, mereka akan bermatian-matian untuk mempertahankan atau mendapatkannya semula. Sekiranya mereka gagal mendapatkannya semula, hati mereka akan berasa gelisah dan hidup mereka mula menderita. Lalu mereka menyalahkan orang lain dan akhirnya menyalahkan Tuhan.

Jika seseorang itu jodoh kita, dia tetap jodoh kita. Jika seseorang itu bukan jodoh kita, dia tetap bukan jodoh kita, walaupun apa pun yang kita lakukan, tidak ada gunanya memaksa diri mempertahankan. Dengan menyerahkan kepada ketentuan, lazimnya Tuhan akan membuka jalan-jalan yang tidak pernah kita fikirkan.

Mempercayai takdir bukan bermaksud berputus asa. Frasa “putus asa” sepatutnya tidak wujud di dalam kamus hidup seorang mukmin. Kita tidak boleh berputus asa dalam mengharapkan rahmat Allah.

Perbanyakkan doa untuk kebaikkan. Sebarang usaha perlu dijalankan dengan kaedah yang betul. Ada sesetengah orang yang ditinggalkan kekasih atau suami lalu cuba mendapatkan semula dengan kaedah mengumpat, memfitnah dan memburukkan orang lain.

Sebaliknya, sekiranya mereka berhenti seketika untuk berdoa dan bermuhasabah diri serta menerima ketentuannya, lebih banyak manfaat dapat diperolehi. Salah satu daripadanya adalah ketenangan, selanjutnya adalah iman. InsyaAllah.

Sumber FP : Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku
fnc muslimah

Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri, dan kesempurnaan mawar adalah pada durinya, semua kisah, puisi, syair dari klasik hingga post modern memberi tajuk "mawar berduri" untuk gambaran kesempurnaan bunga.
Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar mengganggu, merusak, bahkan mengurangi keindahan kelopak mawar. Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar jadi sempurna terjaga, terlindungi, dan tak di petik sembarang orang.
Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang melekat dari Allah bagi seorang wanita.

Banyak orang mengatakan aturan yang Allah buat untuk wanita mengekang, sulit jodoh hingga sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar justru aturan itu yang melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia, seperti duri yang jadi penyempurna wanita.

Dan jika mawar berduri adalah mawar sempurna, pastinya wanita dengan aturan yang melekat dari Allah pula wanita yang sempurna.
Seorang wanita sempurna seperti mawar berduri di tepi jurang, bukan mawar di tengah taman, jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan bisa memetiknya.
Dari orang biasa hingga orang kurang-ajar yang nekat memetik walaupun ada tulisannya, "Dilarang Memetik Bunga", walau ada larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan itu hanya tertulis ancaman, "Denda sekian puluh ribu rupiah atau kurungan sekian bulan", tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan berani menyentuhnya.
Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang, hingga tak sembarang tangan lelaki bisa mencolekmu. Hingga jika pun suatu saat ada seorang lelaki memetikmu, pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu, bukan sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki, karena wanita bukanlah barang murah yang boleh di sentuh seenaknya. Bukan barang hiasan yang bisa di petik dengan ancaman kecil. Semoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian.



fnc muslimah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamualakum warahmatullahi wabarakatuh
===========================

Note ini terinspirasi dari curhatan hati seorang sahabat..

Jangan pernah menyesal karena engkau telah melakukan kesalahan. Karena aku tahu engkau harus memilihnya. memang berat, namun itulah kenyataannya. Disatu sisi, engkau ingin bersamaku. Dan disisi yang lain engkau terpaksa harus melupakanku. Mungkin, kita mencintai diwaktu yang tidak tepat. Karena engkau dan aku tak pernah mencoba untuk menjalin sebuah hubungan….

Kuharap, engkau tak pernah menangis dalam kesendirian. Sekarang jalanilah apa yang telah menjadi pilihanmu. Semoga, cerita kita menjadi kisah yang indah. Walaupun tidak pernah ada kebersamaan diantara kita. Jika ada kebaikan untuk diungkap, biarlah Allah Yang MAha Mulia yang akan menyingkap tabirnya. Tapi jika tidak ada kebaikan untuk diingat, lebih baik kita lupakan saja, kita kubur sampai ke perut bumi, kita jadikan pelajaran dan akan kita bawa sampai mati. Aku tidak akan penah melupakan hari - hari ketika kita pernah tertawa bersama, dan hari - hari ketika kita tak bisa menahan air mata…

Semoga, seiring waktu berjalan, kisah kita hanya tinggal sebuah cerita… Kadang, kita sedih ketika mengetahui orang yang kita sayangi ternyata menyayangi orang lain… Kadang, kita ingin menangis ketika mengetahui orang yang kita cintai tidak memiliki perasaan apapun kepada kita… Dan terkadang, kita marah melihat orang yang kita sukai bersama orang lain, padahal kita berharap dialah yang bersama kita…

Tapi, jika engkau benar - benar menyukai, menyayangi, dan mencintainya dengan sepenuh hati… Berusahalah… Membuatnya gembira dengan orang yang disayanginya… Membuatnya tertawa dengan orang yang dicintainya… Dan membuatnya agar selalu bersama dengan orang yang disukainya… Memang berat, namun itulah yang seharusnya…

HIDUP ADALAH PILIHAN.., begitu kata orang.

Maka pilihanmu sekarang adalah mengikhlaskannya bersama orang lain. Bukankah cinta itu identik dengan memberi..? maka jangan pernah menyesal dengan apa yg pernah kau beri. LUPAKAN DAN IKHLASKAN..insyaAllah itu akan membuat hatimu lebih tenang.

Percuma engkau mengharapkannya sementara dia hanya memberimu harapan yang hampa… Tapi percayalah, suatu saat nanti, dirinya akan menyadari bahwa ada seseorang yang pernah menyukainya, menyayanginya, dan mencintainya dengan sepenuh hati..

Kemudian… Dia akan sedih menyia-nyiakan orang yang dengan tulus menyayanginya… Dia akan menangis ketika mengetahui ada orang yang pernah mencintainya… Dan dia akan marah kepada dirinya sendiri karena tidak pernah bersama dengan orang yang serius menyukainya…

Sekarang buka matamu dan lihat disekitarmu… Adakah orang yang juga memiliki perasaan seperti itu kepadamu…??? Sementara kamu masih berharap dalam ketidak pastian…!!! Jika ada, maka jangan sia - siakan dia… jangan sampai engkaulah nantinya yang akan menyesal… Sayangi dan Cintailah dia dengan sepenuh hatimu, karena engkau tau bahwa dialah yang seharusnya bersamamu… dialah yang seharusnya engkau sayangi dan engkau cintai dengan sepenuh hatimu… Dan berusahalah untuk membuatnya selalu bahagia… Maka engkau akan memahami arti CINTA yang sesungguhnya…

Sekarang..mulai detik ini, yuk kita beralih cinta. Lebih baik kita cintai Allah dan RasulNya. Setelah itu, biarlah Allah yg akan menunjukkan siapa hambaNya yg terbaik buat kita. Dan tataplah dirimu kecermin lalu katakan dgn optimis sambil tangan terkepal : " Akan Kuhapus Namamu dengan NamaNYA"..!!! Oke, engkau pasti BISA saudaraku..^.^



Barakallahufikum..semoga bermanfaat

Banyak sayang dan cinta
Wassalamualaikum
----------------------

- Iftaistiany notes -

fnc muslimah

Saya mendapatkan cerita ini di facebook, seorang dosen favorit saya yang menyebarkannya disebuah grup sastra kampus, beliau memang pribadi yang menyenangkan dan terdasyat yang pernah saya temui, melalui cerita ini saya sungguh terinspirasi untuk menjadi lebih baik. simak ceritanya ya.....!


DASYAT. Ini terjadi 30th lalu. Ibu saya rajin bangun pagi, menyiapkan tetek bengek sekolah saya dan tiga adik yang masih kecil-kecil, beresin rumah tanpa pembantu. Kami hanya keluarga miskin, tentara pas-pasan. Suatu malam, ibu menghidangkan makan malam untuk ayah, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak ϐίsα berbuat banyak, lagipula minyak gorengnya sudah habis.

Saya hanya mengamati reaksi ayah dengan suguhan makan malam itu. Batinku, ayah pasti kecewa karena disuguhi hanya tempe dan telur gosong. DAHSYAT sekali ! Ayah dengan tenang menyantap semua yang dimasak ibu dengan lahap dan berkata, "Bu, terima kasih ya!"

Lalu ayah menanyakan kegiatan saya & adik-adik di sekolah. Selesai makan, ibu menghampiri kami di meja makan sambil menggendong adik yang paling kecil, ibu MEMINTA MAAF karena telor- tempe yg gosong. Sungguh DAHSYAT yang tak terduga, Ayah bilang: "Ibu, Ayah suka telor tempe itu sekalipun gosong.
Hingga di beranda rumah, saya bertanya pada Ayah: "apakah Ayah benar-benar menyukai telur tempe gosong itu?" Dengan lantang dan sambil merokok, Ayah menjawab "Iya Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari, dia capek walau di rumah. Jadi, sepotong telor tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!"

Sungguh DAHSYAT, kalo kita bisa menerima kesalahan orang lain. Itulah kunci yang sangat penting untuk menciptakan hubungan yang sehat, bertumbuh abadi. Saya ingat, emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Berpikir dewasa, kenapa hal itu terjadi pasti ada alasannya. Kita tak perlu menjadi orang yang egois, MAU dimengerti, tapi TIDAK MAU mengerti yang lain, makin TUA itu PASTI, tapi DEWASA itu PILIHAN, Manusia yang DEWASA adalah manusia PILIHAN..dasyat lagiii!!!

beliau memang dosen terdasyat lihat saja semua tulisan beliau pasti diawali dan diakhiri dengan kata "Dasyat" melalui beliaulah saya mendapat beribu motivasi, terimakasih pak Syarifuddin Yunus M.pd motivasi dan pengajaran darimu akan selalu saya rindukan.

fnc muslimah
Bismillaahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh

=============ooo=============
Beberapa hari ini aku sudah sangat sering mengeluh, karena hampir satu pekan ini hati selalu diliputi dengan perasaan gelisah dan was-was. Ibadah yang banyak menurun, kualitas maupun kuantitas. Tilawah Qur’an, shalat dan dzikir yang hanya tinggal sebatas rutinitas yang tidak lagi meninggalkan kecapan rasa nikmat. Aku menyadari bahwa semakin merasa berat untuk meluangkan waktu di tengah malam untuk bertafakkur, berlama-lama dalam shalat dan mengisi waktu untuk berdzikir. Tidak jarang muncul keinginan untuk mempersingkat waktu shalat hingga bisa secepatnya dapat melakukan aktivitas lainnya.

Ketika futur menyapa, inilah janji seorang Muslimah yang tertuang dalam diarynya:

Dear di,,

Rasanya sekarang sudah saatnya untuk meniatkan diri membersihkan hati. Hari ini aku, 'Shaliha' mengakui bahwa selama ini masih punya sifat-sifat yang tidak terpuji.

Aku suka berprasangka buruk.

Padahal Allah SWT berfirman, sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Aku memohon kepada Sang Pemilik Hati, agar kebiasaan itu hilang dan DIA menggantinya dengan hati yang selalu berprasangka baik. Ya Rabb, bantu Muslimah.

Aku suka marah tanpa sebab.

Aku berrjanji, setelah hari ini aku akan berusaha sekuat tenaga menahan diri agar selalu bisa mengendalikan amarah ini. Padahal marah adalah kendaraan setan untuk masuk kedalam kalbu manusia.

Aku suka iri kepada orang lain.

Ya Allah, aku sebenarnya iri kepada orang lain yang memiliki segalanya. Orang yang cantik, pintar dan kaya. Aku tahu itu salah, ya Allah. Semestinya aku segera menemukan kelebihanku sendiri yang pasti sudah ada, karena aku tahu Engkau telah memberikan kelebihan dan kekurangan pada masing-masing orang, tak satupun hambaMu yang Engkau sia-siakan. Bantu Muslimah untuk menghilangkan sifat ini, ya Allah!

Aku gampang sekali kecewa.

Betapa tidak bersyukurnya aku selama ini, ya Allah. Engkau telah memberikan Karunia yang tiada tara, tapi aku masih saja menyangsikanmu dengan sifat mudah kecewaku. Padahal kekecewaanku tersebut mungkin berasal dari usahaku yang belum maksimal atau terlalu mematok target terlalu tinggi sehingga berakibat besar pasak daripada tiang atau dengan kata lain nafsu besar tenaga kurang.

Aku masih suka santai.

Padahal waktu yang Engkau berikan harus kupertanggungjawabkan nantinya di akhirat. Semua orang diberi waktu yang sama, yaitu 24 jam. Ada yang bisa mengurus perusahaan besar bahkan mengurus negara, sedangkan aku?? Hanya mengurus diri sendiri saja masih keteteran. Astaghfirullah! Oleh karena itu, aku harus benar-benar tertib dalam memanage waktu yang telah Kau berikan.

Tolong Muslimah ya Allah, agar diri ini selalu menyadari betapa besarnya cinta-Mu.

Dan inilah JANJI MUSLIMAH :

• Sholat tepat waktu

• Lebih rajin membaca Al-Qur'an

• Bergaul dengan teman-teman yang baik

• Selalu berdzikir kepada-Mu

• Bersegera dalam berbuat baik

• Bersegera memohon ampun ketika salah
"Muslimah"

(Yang Selalu Ingin Berubah Menjadi Lebih Baik)

 
Barokallahufiikum. Semoga Bermanfaat

Jabat erat dan Salam hangat

Wassalamualaikum

Iftaistianynotes

 


fnc muslimah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



==================================





Ada tamu tak diundang yang tiba-tiba hadir meramaikan suasana hidupku kali ini…

Ia datang menambah perbendaharaan rasa bagi jiwa muda dihatiku.

Hmmm aku tidak tahu sejak kapan warna merah muda dinobatkan sebagai warna cinta, tapi kali ini aku tengah merasakannya.

Cinta kadang mengungkap warna-warni baru dalam perasaan hati dan jiwa. Warna-warni yang belum dikenal selama aku berpetualang menjelajahi masa kanak-kanak.

Tapi…

Obat apa bagi kerinduan, kecuali pertemuan? Bila pertemuan tak bisa dilakukan, obat apa bagi rindu kecuali kerinduan itu sendiri?

Cinta dan Rindu menyatu dalam jiwa, melukis bayangan kekasih, dan memujanya.

Ketika cinta datang, kerinduan mengikuti. Ketika kerinduan datang terlebih dahulu, cinta pun menyatu. Bayangan kekasih berubah menjadi kerinduan.

Kerinduan membangkitkan cinta. Dia yang mencintai kerinduannya sendiri. Dan dia yang merindui, akhirnya merindui cintanya sendiri…

Dan Akhirnya

Sudah,,.

sudah 'ku temukan jawabannya.

Memang Sudah,,.

sudah 'ku temukan jawabannya.

Memang benar aku mencintaimu. Dan sepertinya kamu tidak begitu.

Oh, tenang. Aku tidak terluka. Aku hanya sedih. Bukan karena kamu belum mencintaiku, tapi karena aku membiarkan rasa ini berkembang terlalu besar. Bagaimana bisa aku memupuk hati dengan khayalan dan bukannya mimpi?



Seharusnya aku tahu bedanya khayalan dan mimpi. Ah, bodohnya aku.

Tak apalah.

Aku sedih bukan karena kamu belum begitu mencintaiku.

Aku hanya sedih karena aku tidak (belum) sempat mengenalmu lebih dalam mengenal dan MencintaiNYA.

Aku sedih karena kamu tidak mau melihatku untuk mencari jawaban.

Aku sedih karena aku mendapatkan jawaban tanpa kehadiran dirimu. Aku sedih karena merasa mencintaimu sendirian.



Di kesunyian dan keheningan malam aku menangis dihadapanNYA, bukan karena aku tak dicintai olehmu dan bukan karena untuk menyesali apa yang terjadi padaku,

Tapi aku menyesal kenapa aku belum menjadi hambaNYA yang ikhlas menerima kenyataan ini.

Tapi itulah hidup, adakalanya kita harus mengalami sesuatu yang pahit. Tetapi Apapun yang terjadi itulah yang terbaik buat aku meski aku harus sedih, kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil oleh setiap insan.



***

Sahabat begitukah hati yang sedang merindu,dan merasakan patah hati????ng benar aku mencintaimu. Dan sepertinya kamu tidak begitu.

Sahabat  bila kau sedang merasakan hal itu jangan bersedih…

Ingatlah Rasulullah bersabda : “Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu” (HR. At-Tirmidzi).



Ingatlah pula sepanjang hidupmu, berusahalah berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.

2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.

3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.

4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.

5. Ingatlah Allah selalu.

6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu.

7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.



Rasulullah Saw pernah bersabda,



“Maukah aku ajarkan kepada kalian beberapa kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa ketika menyeberangi laut bersama Bani Israil ? ”Kami (para sahabat) menjawab, “Tentu saja mau, Ya Rasulullah ! “Beliau besabda, “Bacalah, “Allahumma lakal hamdu wailaikal musytakaa, wa antaal musta’aan wa laa haula wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim (Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan., Tiada daya (untuk menjauhi ma’siat ) dan tiada keuatan (untuk tha’at ), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung). “(THR. ‘Abdullah bin Mas’ud Ra.)



Sahabat ingatlah nasihat ‘Abdullah bin Mas’ud Ra, “Betapa banyak manusia yang di hukum secara berangsur – angsur melalui kesenangan yang diberikan kepadanya

Sahabat ingatlah nasihat ‘Abdullah bin Mas’ud Ra, “Betapa banyak manusia yang di hukum secara berangsur – angsur melalui kesenangan yang diberikan kepadanya…”



Jadi bergembiralah wahai sahabat karena Allah Swt tidak meletakkan kebahagiaan itu pada harta kekayaan, kedudukan, dan kemuliaan duniawi lainnya. Carilah kebahagiaan kakiki. Dan bukanlah dunia ini memang bukan akhir perjalanan kita ? Manusia yang berbahagia adalah mereka yang meiliki hal – hal berikut ini :



• Hati yang meyakini bahwa Allah senantiasa bersamanya,

• Jiwa raga yang sabar, dan

• Sikap qana’ah dengan apa yang dimiliki. Qana’ah adalah menerima pemberian Allah dengan hati ridha dan tidak risau dengan apa yang lepas dari tangan-Nya (tidak dimilikinya)



Sahabat Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

Apabila CINTA tdk berhasil,

BEBASKAN dirimu!!!

bebaskan dirimu seperti burung-burung yang terbang dengan bebasnya dengan hati dan jiwa…

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang k'alam bebas LAGGGGGGIIIII......

Ingatlah,,,

bahwa kamu mungkin menemukan CINTA dan kehilangannya...

Tapi,,,,ketika CINTA itu mati....

Kau TIDAK PERLU mati bersamanya...

. . . . . . . . . . lihatlah titik jejak ini!!!

ini bukan menuntunmu pada suatu titik henti, tapi untuk terus jalan menuju titik yang tak akan pernah henti yang tak akan membuatmu sedih dan menatap keindahan yang telah Allah persiapkan padamu di depan sana. Keep Hamasah Wa Istiqamah Saudaraku… ^_^



Barakallahu Fiikum, Semoga Bermanfaat

Wassalamu’alaikim Wr.Wb

Banyak Sayang dan Cinta ^_^





Source in iftaistiany notes/page/facebook


fnc muslimah


Engkau yang amarahnya sedang memuncak…


Ketahuilah, saat ini engkau sedang sakit.



Ya…



Engkau…



Sakit…



Engkau sedang sakit, hingga lidahmu mampu berkata kasar yang tidak dapat engkau ucapkan sewaktu engkau sehat.



Engkau sakit, sehingga kata-katamu kau gunakan untuk menyakiti hati orang lain, walaupun engkau merasa dialah penyebab kamu menjadi sakit.



Dan engkau sakit…

Ketika amarahmu mengalir ke telapak tangan hingga telapak tanganmu mengeras dan mampu menyakiti tubuh orang lain.



Engkau…



Sakit…ketika nafasmu tidak teratur, jantungmu berdetak dengan cepat, otakmu panas dan lumpuh, kemudian engkau berbicara dengan nafsu dan amarah yang berkobar di dalam dada.



Engkau sedang sakit, ketika yang keluar dari mulutmu adalah kehancuran bagi orang lain, sumpah serapah, ejekan untuk membuka aib orang lain, dan berbagai macam kata-kata kasar dan menyakitkan dengan harapan penyakitmu dapat berpindah ke orang tsb.



Namun tidak, kawan…!!



Semua itu malah menjadi bukti dan mempertegas bahwa engkau memang benar-benar sedang sakit. Dan perlakuanmu hanyalah salah satu cara agar timbul “si sakit” yang baru untuk menemanimu menikmati rasa sakit yang timbul dalam hatimu.



Seperti itulah cara orang sakit berkomunikasi.



source:iftaistiany notes



Namun jangan khawatir kawan, di dalam dirimu terdapat obat yang dapat menyembuhkan sakitmu yaitu TAWAKAL dan SABAR.



Engkau akan selalu sehat jika saat menerima ejekan, hinaan atau bahkan pengkhianatan, engkau bersikap tenang dan tetap berusaha untuk berada pada jalur-Nya.

Jika diumpamakan kereta api, orang sehat senantiasa berjalan di atas rel (aturan Allah) karena kalau sampai keluar jalur, kereta pasti akan terjungkal.



Ketika orang lain mengambil hakmu atau mengusik ketenanganmu dan menyakiti hatimu, sadarilah bahwa dia hanyalah orang sakit yang butuh pertolonganmu. Lantas jika kamu meresponnya dengan api yang berkobar-kobar, dengan kepalan tinju yang engkau siapkan di tangan dan hatimu, sehingga melumpuhkan hati dan otakmu untuk dapat berfikir, itu artinya orang tersebut berhasil menjadikanmu "orang sakit baru" yang akan menemaninya menikmati rasa sakit.



Sahabatku fillah…

Mari kita selesaikan setiap masalah dengan tenang, tanpa emosi yang membakar jiwa agar engkau dapat menemukan solusinya, berfikir dengan jernih agar tidak menyakiti dirimu sendiri. Dan jika engkau harus menghukum orang lain atas suatu kesalahan maka hukumlah dia dengan cintamu, hukumlah dia karena Allah dan bukan untuk egomu, dengan begitu engkau membantunya untuk dapat kembali melangkah pada jalan yang di ridhoi Allah.



Maafkan lalu ikhlaskan agar engkau sembuh dari sakit, sakit yang berasal dari hati yang kotor, yang berasal dari jiwa yang rapuh akibat dorongan nafsu karena engkau telah mengikuti hasutan iblis.



Ketika Engkau Sedang Sakit, Ingatlah Allah SWT

Karena Dia lah Sebaik-Baik Penyembuh Bagi Hati yang Tersakiti



Rasululah SAW bersabda, “Senantiasa cobaan menimpa laki-laki dan perempuan yang beriman pada tubuhnya, harta, dan anaknya, sehingga ia berjumpa dengan Allah SWT dalam keadaan tidak memiliki dosa.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).





Ya Allah Ya Rabb jadikanlah segala musibah dan rasa sakit yang kami alami sebagai pelebur dosa-dosa kami yang telah lalu.